DIGI-GO Internship 2026 Dibuka, Cetak ASN Kepri Adaptif di Era Digital

Kepala BPSDM Kepri Any Lindawati membuka Program Magang ASN DIGI-GO Internship 2026 di Collaboration Room Diskominfo Kepri, Selasa (9/6). Program ini diikuti 10 ASN dari lima OPD sebagai upaya memperkuat kompetensi digital aparatur dan mendukung percepatan transformasi digital pemerintahan di lingkungan Pemprov Kepri.
Kepala BPSDM Kepri Any Lindawati membuka Program Magang ASN DIGI-GO Internship 2026 di Collaboration Room Diskominfo Kepri, Selasa (9/6). Program ini diikuti 10 ASN dari lima OPD sebagai upaya memperkuat kompetensi digital aparatur dan mendukung percepatan transformasi digital pemerintahan di lingkungan Pemprov Kepri.

PIJARKEPRI.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat kapasitas sumber daya aparatur dalam menghadapi percepatan transformasi digital.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembukaan Program Magang ASN DIGI-GO Internship Pengembangan Kompetensi ASN Berbasis Corporate University Tahun 2026 yang digelar di Collaboration Room Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri, Selasa (9/6).

Bacaan Lainnya

Program yang dibuka Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kepulauan Riau, Any Lindawati, ini menjadi bagian dari strategi pengembangan kompetensi aparatur guna mendukung transformasi digital pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sebanyak 10 ASN dari lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri mengikuti program magang tersebut. Masing-masing OPD mengirimkan dua peserta untuk mengikuti pembelajaran selama 10 hari, mulai 9 hingga 23 Juni 2026.

Mewakili Kepala Diskominfo Kepri, Sekretaris Diskominfo Kepri James Simon Pattikawa mengatakan DIGI-GO Internship merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas ASN agar mampu menjawab tantangan birokrasi modern yang semakin berbasis teknologi digital.

Menurut James, peserta akan memperoleh pembekalan dan pengalaman praktik di berbagai bidang, mulai dari publikasi jurnalistik, mobile photography, teknik pengambilan dan penyuntingan video, pembuatan infografis, hingga evaluasi dan pengembangan website pemerintahan.

“Kompetensi tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan kompetensi ASN tidak lagi cukup dilakukan melalui pembelajaran teoritis semata.

Melalui program magang, peserta dapat belajar langsung dari praktik kerja yang relevan dengan kebutuhan organisasi serta perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.

“Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman nyata dalam pengelolaan layanan digital pemerintahan yang dapat diterapkan di unit kerja masing-masing,” kata James.

Sementara itu, Kepala BPSDM Kepri Any Lindawati menjelaskan bahwa Digital Government Internship merupakan bagian dari strategi pengembangan kompetensi ASN melalui kolaborasi antara BPSDM dan Diskominfo Kepri sebagai tempat belajar sekaligus praktik kerja.

Program ini dirancang dengan pendekatan learning from experience, sehingga peserta dapat memahami konsep sekaligus mengasah keterampilan melalui pengalaman langsung dalam pengelolaan layanan digital dan inovasi birokrasi.

“DIGI-GO Internship menjadi wadah bagi ASN untuk belajar dari praktik terbaik, memperluas wawasan, serta meningkatkan keterampilan digital yang dibutuhkan dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada masyarakat,” ujar Any.

Ia menegaskan, program magang juga mendorong pembelajaran yang terintegrasi dengan kebutuhan organisasi melalui kombinasi metode pembelajaran formal, kolaboratif, dan berbasis pengalaman kerja.

Sebagai bentuk apresiasi, BPSDM Kepri akan memberikan sertifikat setara 20 jam pelajaran kepada peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan.

Dalam kesempatan yang sama, Widyaiswara Ahli Utama Provinsi Kepulauan Riau, Syamsuardi, memberikan motivasi kepada peserta agar terus meningkatkan kompetensi dan tidak berhenti belajar di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Menurutnya, semangat belajar sepanjang hayat merupakan modal penting bagi ASN untuk meningkatkan profesionalisme, memperluas wawasan, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Jangan bosan dan jangan lelah untuk terus belajar serta menimba ilmu di mana saja. Semua itu akan menjadi nilai tambah bagi kompetensi diri sebagai ASN,” pesan Syamsuardi.

Ke depan, BPSDM Kepri berkomitmen terus mengembangkan program magang yang selaras dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan birokrasi digital.

Melalui program tersebut, diharapkan lahir ASN yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi motor penggerak transformasi digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. (DKK/ANG)

Pos terkait