PIJARKEPRI.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengecam keras tindakan sewenang-wenang manajemen HH Club Batam.
Hiburan malam tersebut nekat memajang foto Wakil Ketua PWI Kepri, LCM, di sejumlah sudut area hiburan mereka dengan label narasi “Blacklist” (Daftar Hitam).
Aksi sepihak ini dinilai sebagai pembunuhan karakter yang secara sengaja menghancurkan martabat, harga diri, serta reputasi profesional LCM.
Kecaman Keras Ketua PWI Kepri
Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, Rabu (10/6/2026) menegaskan bahwa manajemen HH Club tidak bisa bertindak arogan dan asal pasang foto seseorang tanpa memikirkan konsekuensi hukum dan sosialnya.
”Kami mengecam keras tindakan primitif ini. Memasang wajah seseorang jangan seenaknya, apalagi ditempeli embel-embel blacklist. Ini murni pembunuhan karakter yang sangat merugikan saudara LCM selaku pengurus teras PWI Kepri,” ujar Saibansah dengan nada geram.
Ia menjelaskan, label blacklist memiliki konotasi yang sangat peyoratif dan merusak. Di dunia profesional dan sosial, istilah tersebut merujuk pada sosok bermasalah, kriminal, atau orang yang tidak dapat dipercaya.
”Dampaknya fatal. Selain menjabat Wakil Ketua PWI Kepri, LCM adalah seorang pengusaha. Akibat narasi liar ‘Blacklist’ ini, sejumlah bisnis dan proyek besar beliau langsung terganggu dan mengalami kerugian materiil yang masif,” tambahnya.
Kronologi Kejanggalan: Tagihan Lunas, Foto Tetap Dipajang
Saibansah juga membeberkan kejanggalan di balik aksi sepihak manajemen HH Club. Berdasarkan konfirmasi, insiden bermula dari salah paham minor antara LCM dengan seorang pramusaji pada pukul 04.00 WIB dini hari. Namun, masalah tersebut sejatinya sudah klir di tempat.
”Kenapa kami sebut ini tindakan sewenang-wenang? Karena seluruh tagihan (bill) di tempat hiburan itu sudah dibayar lunas oleh LCM saat itu juga. Urusan selesai. Tapi anehnya, sore harinya foto LCM justru sudah terpampang di dinding dengan label blacklist. Ini ada apa?” cecar Saibansah.
PWI Kepri kini menuntut iktikad baik dan pertanggungjawaban penuh dari manajemen HH Club untuk segera membersihkan nama baik LCM sebelum bergulir ke ranah yang lebih serius.
Dewan Kehormatan PWI Kepri Dorong Laporan Pidana
Senada dengan Ketua PWI, Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri, Parna Edison Simarmata, juga bereaksi keras. Ia menilai tindakan HH Club sudah melewati batas dan masuk dalam ranah pencemaran nama baik secara ugal-ugalan.
Parna bahkan mendorong korban untuk tidak tinggal diam dan segera menyeret kasus ini ke meja hukum.
”Sikap manajemen HH Club ini sangat kekanak-kanakan dan arogan. Padahal masalah internal bisa selesai secara kekeluargaan, bukan malah mempermalukan orang di depan publik dengan narasi blacklist yang sangat buruk,” kata Parna.
Ia menegaskan, dampak negatif dari kecerobohan HH Club ini telah menghantam dua sisi kehidupan LCM sekaligus: sebagai jurnalis senior yang memegang jabatan strategis di PWI, dan sebagai pelaku usaha.
”Saya mendukung penuh dan menyarankan saudara LCM, yang telah dirugikan secara moril dan materiel, untuk segera membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Biar hukum yang berbicara,” tegasnya menutup pernyataan.
Pewarta : Aji Anugraha






