PIJARKEPRI.COM – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa besarnya potensi laut yang dimiliki Kepulauan Riau harus mampu diterjemahkan menjadi kesejahteraan nyata bagi nelayan. Karena itu, pembangunan infrastruktur perikanan akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Penegasan itu disampaikan Ansar saat meresmikan Tambatan Perahu Nelayan di Kelurahan Teluk Umah (Leho), Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Jumat (29/5).
Fasilitas yang dibangun melalui APBD Provinsi Kepulauan Riau tersebut diharapkan menjadi penunjang aktivitas perikanan sekaligus memperlancar mobilitas nelayan dalam melakukan penangkapan ikan.
Menurut Ansar, sektor kelautan dan perikanan memiliki posisi strategis bagi Kepulauan Riau yang 98 persen wilayahnya berupa lautan dan hanya sekitar dua persen daratan.
Dengan 2.028 pulau yang tersebar, termasuk 22 pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN, keberadaan sektor perikanan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat.
“Karakteristik daerah kita adalah wilayah kepulauan. Karena itu pembangunan sektor kelautan dan perikanan tidak bisa ditawar lagi. Laut Kepri harus memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, terutama nelayan,” kata Ansar.
Data pemerintah menunjukkan terdapat sekitar 72.210 nelayan di Kepulauan Riau yang menggantungkan hidup dari aktivitas penangkapan ikan maupun budidaya perikanan.
Untuk mendukung produktivitas mereka, pemerintah terus mendorong pembangunan sarana dan prasarana perikanan yang memadai.
Ansar juga mengingatkan bahwa Kepulauan Riau berada dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711 yang memiliki potensi sumber daya ikan sangat besar.
Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22 Tahun 2022, wilayah tersebut memiliki potensi lestari sumber daya ikan mencapai 1,3 juta ton per tahun dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sekitar 900 ribu ton per tahun.
Besarnya potensi tersebut, kata Ansar, harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas nelayan, modernisasi armada penangkapan, serta penguatan teknologi perikanan agar nilai ekonomi yang dihasilkan semakin tinggi dan berkelanjutan.
Di Kabupaten Karimun sendiri terdapat sekitar 14.260 nelayan dengan ribuan armada perikanan yang beroperasi. Produksi perikanan tangkap daerah ini pada 2025 tercatat mencapai 55,159 ribu ton.
Melihat potensi tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Kelautan dan Perikanan membangun Tambatan Perahu Nelayan Teluk Umah sebagai bentuk dukungan langsung kepada masyarakat pesisir.
Tambatan perahu yang dibangun dengan anggaran Rp319,98 juta pada Tahun Anggaran 2025 itu memiliki panjang trestle 59,69 meter dan diproyeksikan mampu melayani sekitar 100 kapal nelayan berukuran 1 hingga 5 GT yang selama ini beroperasi di perairan Teluk Umah.
Ansar menegaskan, pembangunan fasilitas tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap nelayan yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah.
“Dengan tambatan perahu yang lebih layak, aktivitas bongkar muat hasil tangkapan menjadi lebih mudah, aman, dan efisien. Ini adalah investasi pemerintah untuk mendukung produktivitas nelayan,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota guna memperluas akses ekonomi masyarakat pesisir melalui pembangunan infrastruktur, bantuan sarana produksi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia perikanan.
Ansar berharap fasilitas yang telah dibangun tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi nelayan berikutnya.
Peresmian tambatan perahu itu turut dihadiri Bupati Karimun Iskandarsyah, Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, Gubernur Kepulauan Riau periode 2016–2021 Nurdin Basirun, Ketua DPRD Kabupaten Karimun R. Rafiza, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta para nelayan Kelurahan Teluk Umah. (DKK/ANG)







