Seribu Kawan Terasa Kurang Satu Musuh Sudah Terlalu Banyak

Keakraban Lis Darmansyah saat menyapa masyarakat dalam suatu pertemuan di Kota Tanjungpinang. (f-doc.pijarkepri.com)
Keakraban Lis Darmansyah saat menyapa masyarakat dalam suatu pertemuan di Kota Tanjungpinang. (f-doc.pijarkepri.com)

LIS Darmansyah, anak sejati Tanjungpinang dikenal sebagai pribadi yang humble, yang rendah hati. Apapun jabatan, dan setinggi apapun yang disandangnya tak membuatnya berubah. Di mana tempat, dan berjumpa siapa saja dia akan tetap berusaha untuk menyapa terlebih dulu. Tak heran jika seorang Lis Darmansyah dikenal familiar oleh semua kalangan.

Lis, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kepri, berpengalaman dalam pemerintahan. Sebagai anggota legislatif sudah dijalani sejak dari tingkat Kota Tanjungpinang hingga Provinsi Kepri.

Di eksekutif, Lis juga berpengalaman memimpin Kota Tanjungpinang sebagai wali kota. Dengan beragam jabatan penting itu, Lis tetaplah Lis Darmansyah. Lis yang tetap rendah hati, dan ramah kepada siapa saja. Karakternya itu tidak datang tiba-tiba, dan tidak juga dibuat-buat. Semua tercipta sejak dia masih kecil.

Ada perempuan tangguh di balik karakternya itu. Perempuan itu tak lain, adalah ibu kandungnya almarhumah Hj Siti Halimah Tun Sa’dah Binti Muhammad Bachry. Lis kecil dibesarkan sendirian olehnya. Tak heran jika sangat menghormati sosok ibunya. Itu juga yang membuat Lis sangat perhatian kepada ibu-ibu lansia lainnya. Sosok inilah yang menekankan kepada Lis sejak kecil, untuk mendapat teman sebanyak-banyaknya.

Baginya, seribu teman masih lebih sedikit dibandingkan dengan 1 orang musuh. Itulah yang membuat Lis gemar menjalin pertemanan dengan siapa saja, dan di mana saja. Sekaligus membuatnya terbiasa berorganisasi, dan mengorganisasi.

Semua itu ternyata menjadi jalan yang memudahkan, saat dia terjun ke dunia politik sekitar tahun 2000. Dunia yang tak disangkanya akan digelutinya hingga sekarang. Tak disangka terjun ke politik, karena awalnya Lis hanya berniat membantu temannya dari Partai PDIP Tanjungpinang. Untuk menjadi calon anggota legislatif (caleg). Semacam tim sukses di masa sekarang. Wajar saja Lis diminta menjadi tim sukses. Karena, jaringan pertemanannya bertebaran di segala penjuru.

Sukses mengantarkan temannya, membuat temannya itu sangat terkesan. Diapun yakin Lis juga bisa masuk ke lembaga dewan. Di pikiran temannya itu, orang lain saja bisa diantarkannya, apalagi untuk dirinya sendiri. Awalnya Lis menolak keras, karena dia tak punya keinginan menjadi anggota dewan. Segala bujuk rayu dari temannya, tak mempan meluluhkan hati Lis.

Lis baru luluh setelah mendapat pencerahan dari ibunya. Namun dengan pesan dan catatan: Jika sudah masuk ke politik dan bisa menjadi anggota dewan, dia diminta fokus dan total. Total untuk memerjuangkan masyarakat luas. Inilah yang terus dianuti oleh Lis dari sejak tahun 2000 hingga sekarang.

Jabatan apa saja yang diembankan, digunakan untuk kepentingan masyarakat luas. Begitu fokus dan total, terkadang waktu keluarga pun ikut terbatas. Beruntung, Lis punya Hj Yuniarni Pustoko Weni, istri yang sangat paham dengan komitmen Lis. Weni, sapaan akrabnya, sangat mendukung komitmen Lis memerjuangkan kesejahteraan masyarakat luas.

Itu sebabnya, saat menjabat Walikota, Lis fokus membangun infrastruktur pendidikan, dan kesehatan. Dan, semua fasilitas umum yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat. Hal itu juga seiring dengan komitmennya, untuk berguna bagi masyarakat luas. Dan, itu juga sesuai dengan hadis nabi.

“Intinya bagaimana keberadaan saya bisa berarti dan bermanfaat untuk orang banyak. Kata Nabi Muhammad SAW, sebaik-baik manusia, adalah yang paling banyak memberikan manfaat terhadap orang banyak. Itulah yang selalu saya pegang dan saya wujudkan. InshaAllah, dan saya selalu berharap ridha Allah agar selalu bisa mengimplementasikannya,” kata Lis, dalam suatu kesempatan.

Semua yang dilakukannya itu, berawal dari karakternya yang selalu berusaha menjalin hubungan baik pertemanan. Yang kemudian memudahkan langkahnya menjadi anggota DPRD Kota Tanjungpinang.

Di usia muda, Lis dipercaya untuk memimpin lembaga legislatif itu. Jaringan pertemanan juga yang memudahkan langkahnya ketika berpindah ke DPRD Provinsi Kepri. Sama seperti di dewan kota, di dewan provinsi Lis juga menjadi unsur pimpinan.

Ke depan, Lis akan tetap pada komitmennya sebagai pejuang rakyat. Lis menyadari bahwa keberadanya duduk di dewan karena diusung oleh masyarakat yang memang mengharapkan keberadaannya di sana. Oleh sebab itu, Lis berjanji akan selalu semaksimal mungkin untuk mengakomodir suara keluhan masyarakat dari segala lapisan. Dari kalangan wong cilik, kalangan masyarakat pengusaha dan lain sebagainya.

“Saya juga sadar, sebagai manusia saya juga memiliki banyak kekurangan. Dengan adanya kekurangan itulah saya selalu berusaha untuk memperbaikinya. Sehingga saya menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Dengan cara banyak bersilaturrahmi dan selalu menjaga hubungan dengan siapapun. Seperti kata Rasulullah “seribu kawan terasa kurang seribu musuh sudah banyak,” ujar Lis lagi. *

Redaksi Pijarkepri.com

Pos terkait