PDIP Resmi Laporkan Stafsus Gubernur Kepri Ke Polisi

Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri, Soerya Respationo dan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kepri, Lis Darmansyah dan Bendahara PDI Perjuangan Kepri, Jumaga Nadeak saat melaporkan Stafsus Gubernur Kepri, Sarafudin Aluan ke Polda Kepri, terkait dugaan tindak pidana UU ITE, Jumat (30/9/2022)
Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri, Soerya Respationo dan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kepri, Lis Darmansyah dan Bendahara PDI Perjuangan Kepri, Jumaga Nadeak saat melaporkan Stafsus Gubernur Kepri, Sarafudin Aluan ke Polda Kepri, terkait dugaan tindak pidana UU ITE, Jumat (30/9/2022)

PIJARKEPRI.COM – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kepulauan Riau, H.M.Soerya Respationo resmi melaporkan Staf Khusus Gubernur Kepri, Sarafudin Aluan ke Polda Kepri.

Soerya Respationo didampingi Sekretaris PDI Perjuangan Kepri, Lis Darmansyah dan Bendahara PDI Perjuangan, Jumaga Nadeak melaporkan Sarafudin Aluan, terkait dugaan tindak pidana UU ITE, ke Direktorat Reserse Umum, Polda Kepri, Jumat (30/9/2022)

Ia mengatakan, laporan Polisi Nomor : STTLP/98/IX/2022/SPKT-Kepri berisi tentang dugaan pelanggaran UU ITE dengan terlapor Sarafudin Aluan terhadap korban Hasto Kristiyanto, sebagai Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan.

Baca Juga : Besok PDIP Laporkan Stafsus Gubernur Kepri ke Polda Kepri

Sarafudin Aluan diduga menyebarkan berita tidak benar (hoax) mengenai “KPK menggelar operasi tangkap tangan ada uang 50 Miliar, di kediaman Hasto”

Selain itu, Sarafudin Aluan diduga menyebarluaskan komentar pencemaran nama baik lembaga dalam hal itu Partai PDI Perjuangan dengan menyebutkan “Partai PDI adalah preseden korupsi yang tidak baik”

“Kedatangan saya, Pak Lis dan pak Jumaga, datang kesini untuk membuat laporan polisi tentang pemberitaan yang ada di Medsos yaitu WhatsApp group #KEPRI DISCUSSION, dimana disitu pak Aluan men share memperbanyak berita hoak, bahwa sekjen PDI P Hasto tertangkap tangan OTT KPK dan ada uang 50 Miliar,” ungkapnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Soerya mengatakan, perbuatan Sarafudin Aluan dinilai merugikan dan mencemarkan nama baik Sekjen dan partai PDI Perjuangan.

“Tentu hal ini tergesa-gesa dilakukan tanpa melihat kebenaran,” ungkapnya.

Seorya menekankan, pelaporan Sarafudin Aluan ke Polda Kepri, upaya meredam tindakan yang dapat dilakukan setiap kader PDI Perjuangan di Kepulauan Riau.

“Kader-kader dibawah banyak yang mengadu ke kami, ini adalah semacam pembunuhan karakter. Untuk meredam supaya terjadi gejolak dimana-mana, kami bertiga mengambil upaya hukum yang menyelesaikan, sehingga kami datang kesini dengan melaporkan yang bersangkutan,” ungkapnya.

Diketahui, PDI Perjuangan juga melaporkan dugaan pencemaran nama baik Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto ke Bareskrim Polri

Dikonfirmasi terpisah, Stafsus Gubernur Kepri, Sarafudin Aluan, mengatakan permohonan maaf atas tindakan yang dia lakukan dan siap bertanggungjawab atas tindakan tersebut.

“Saya mohon maaf karena berita ini saya juga terkejut secara tidak sadar waktu saya memencet berita ini yang sedang viral yang sudah ditonton ratusan ribu orang. Setelah itu KPK sudah Klarifikasi berita tersebut. Maka ternyata berita ini tidak benar. Insya Allah saya akan klarifikasi jika saya dipanggil oleh Polda atau pihak lain. Mohon maaf tidak ada niat saya untuk menyudutkan PDIP. Yang saya sangat hormati itu,” kata Sarafudin Aluan kepada pijarkepri.com melalui pesan WhatsApp.

Pewarta: Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *