PIJARKEPRI.COM – Rencana ekspansi jaringan ritel modern Indomaret di Kota Tanjungpinang mulai memasuki tahap realisasi. Pemerintah Kota Tanjungpinang menegaskan investasi tersebut harus memberi dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan penguatan pelaku UMKM daerah.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Jumat (1/5/2026) menegaskan proses perekrutan karyawan Indomaret tersebut nantinya wajib berkoordinasi melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang dengan mengutamakan warga ber-KTP Tanjungpinang.
“Pemerintah daerah menyambut baik investasi yang masuk. Namun perusahaan juga harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam penyerapan tenaga kerja lokal,” kata Lis Darmansyah.
Lis menilai masuknya jaringan ritel nasional dapat menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi daerah apabila disertai keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil dan produk lokal.
Pemko Tanjungpinang, lanjutnya, juga mendorong agar produk UMKM daerah mendapat ruang pemasaran di gerai modern tersebut.
Menurut Lis, pemerintah daerah tengah menyiapkan skema pendampingan dan verifikasi kualitas produk UMKM melalui kerja sama dengan perguruan tinggi di Tanjungpinang. Langkah itu dilakukan agar produk lokal memenuhi standar distribusi ritel modern.
“Kami ingin produk UMKM Tanjungpinang mampu bersaing dan masuk ke pasar modern dengan kualitas yang terjamin,” ujarnya.
Sementara itu, Branch Manager Indomaret Cabang Batam yang membawahi wilayah Batam, Bintan dan Tanjungpinang, Afrial Dio Permana, mengatakan pihaknya menargetkan pembukaan tiga gerai perdana, di Tanjungpinang pada Juni 2026.
Tiga lokasi awal yang dipersiapkan berada di kawasan Batu 10, Jalan Raja Haji Fisabilillah dan Jalan Soekarno-Hatta. Selain itu, perusahaan juga merencanakan ekspansi bertahap hingga puluhan gerai di wilayah Tanjungpinang.
Afrial menyebut Indomaret juga membuka peluang kerja sama pemasaran bagi produk UMKM lokal yang memenuhi standar perusahaan.
“Kami ingin melibatkan pelaku UMKM daerah agar produk lokal juga dapat dipasarkan di gerai Indomaret,” katanya.
Kehadiran ritel modern di Tanjungpinang sebelumnya sempat menjadi perhatian sejumlah pelaku usaha kecil terkait potensi persaingan usaha.
Namun Pemerintah Kota Tanjungpinang memastikan investasi tersebut tetap akan dikawal agar berjalan sesuai regulasi dan tidak mematikan usaha mikro masyarakat.
Pewarta : Aji Anugraha







