Pasar Relokasi 3,3 Miliar Diresmikan Masih Menyisakan Keluhan

Walikota Tanjungpinang, Rahma, bersama sejumlah Forkompimda saat meresmikan pasar relokasi, di Belakang Kantor Disdukcapil Tanjungpinang, Jumat (23/9/2022)
Walikota Tanjungpinang, Rahma, bersama sejumlah Forkompimda saat meresmikan pasar relokasi, di Belakang Kantor Disdukcapil Tanjungpinang, Jumat (23/9/2022)

PIJARKEPRI.COM – Pemerintah Kota Tanjungpinang resmi mengoperasikan pasar sementara atau disebut Pasar Relokasi Puan Ramah, di Belakang Kantor Disdukcapil, Batu 7, Jumat (23/9/2022)

“Pasar relokasi Puan Ramah resmi dibuka,” ujar Walikota Tanjungpinang, Rahma, saat menggunting pita, tanda dibukanya pasar tersebut.

Rahma menjelaskan, nama Puan Ramah diambil dari sejarah proses pemindahan para pedagang yang dilakukan tidak mudah, butuh keramahan.

Menurutnya, berkat kerja sama semua pihak dan melalui pendekatan yang ramah, pedagang dan masyarakat akhirnya mau direlokasi ke pasar tersebut.

“Tempat ini sementara. Semoga menjadi tempat yang berkah. Kami menjemput masyarakat untuk berbelanja di sini,” tuturnya.

Dengan diresmikannya Pasar Relokasi Puan Ramah di Jalan Kijang Lama, seputaran Kantor Disdukcapil Tanjungpinang, sekitar 800 pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Baru I dan II pindah. Mereka sebelumnya diberi tenggang waktu pindah hingga Kamis (22/9).

“Di beberapa daerah sering terjadi riak-riak saat relokasi pasar. Tapi, dengan pendekatan yang ramah yang kita lakukan, di Tanjungpinang tidak ada meski ada sedikit perbedaan-perbedaan,” tutur Rahma.

Baca Juga : Ini Catatan Komisi 3 DPRD Tanjungpinang Saat Tinjau Pasar Sementara Batu 7

Dipilihnya lokasi tersebut sebagai tempat relokasi mengingat pasar itu merupakan aset Pemerintah Kota Tanjungpinang berada di wilayah yang penduduknya terpadat dari 4 kecamatan di Tanjungpinang.

“Lokasi ini dipilih karena menjadi wilayah terpadat di 4 kecamatan yang ada di Tanjungpinang,” jelas Rahma.

Rahma berharap pasar tersebut akan ramai dikunjungi pembeli dan para pedagang dapat merawat serta menjaga fasilitas yang mereka tempati meski bersifat sementara.

“Ini merupakan kebanggaan kita bersama. Setelah 32 tahun, akhirnya Pasar Baru I dan II dapat direvitalisasi oleh Kementerian PUPR,” terang Rahma.

Dia juga mengajak seluruh ASN Pemko Tanjungpinang untuk berbelanja di Pasar Relokasi Puan Ramah.

“Saya mengajak seluruh ASN Pemko Tanjungpinang pada Sabtu dan Minggu untuk berbelanja di pasar ini walau hanya belanja daun sup saja,” ucapnya.

Baca Juga : Komisi 3 DPRD Tanjungpinang Bakal Turun Ke Pasar Sementara Batu 7

Meski sudah diresmikan, sejumlah pedagang masih menyampaikan keluhan ke Wali Kota Tanjungpinang. Pedagang meminta dibuatkan blower di lokasi pasar agar tidak panas. Selain itu, pedagang juga khawatir sepi pembeli.

“Iya, masih ada pedagang menyampaikan keluhan. Itu hal biasa. Keluhan itu merupakan informasi yang disampaikan mereka,” kata Ketua Pedagang Pasar Baru Tanjungpinang, Syahroni.

Di sisi lain, Pasar Baru I dan II Tanjungpinang sudah mulai dilakukan pembongkaran oleh Pemko Tanjungpinang. Kementerian PUPR menargetkan revitalisasi pasar akan selesai pada Desember 2023.

“Kita targetkan selesai bulan Desember 2023,” kata Perwakilan Kementerian PUPR, Fasri Fahmi yang hadir saat peresmian Pasar Relokasi Puan Ramah.

Pantauan di Peresmian pasar Relokasi tersebut, tidak terlihat satu pun Anggota DPRD Tanjungpinang hadir saat peresmian Pasar Relokasi Puan Ramah. Padahal, sebelumnya dari Komisi II dan III sempat melakukan sidak ke pasar itu sebelum diresmikan.

Dikutip LintasKepri, anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Momon Faulanda Adinata, mengungkapkan, sampai saat ini belum ada undangan resmi untuk menghadiri peresmian pasar itu.

“Sampai saat ini saya belum lihat undangannya. Gak taulah kalau undangan itu ada di staf,” katanya.

Diketahui Pasar relokasi (pasar sementara) dibangun menggunakan anggaran BTT yang bersumber dari dana APBD Kota Tanjungpinang dengan nilai Rp3.309.999.900 (23/9).

(ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *