Pandangan Lis Soal Ansar Mau Jadi’kan Tanjungpinang Seperti Hongkong

Anggota DPRD Kepri Dapil Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH. (Foto: doc_pijarkepri.com)
Anggota DPRD Kepri Dapil Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH. (Foto: doc_pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM – Anggota DPRD Kepulauan Riau Daerah Pemilihan Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengutarakan pandangannya mengenai keinginan Gubernur Kepri Ansar Ahmad menjadikan Tanjungpinang ‘bak’ seperti Hongkong.

Lis, dihubungi, Minggu (28/3/2021) mengungkapkan apresiasi kepada Ansar Ahmad jika dapat menata Tanjungpinang ibarat Hongkong sebagai satu dari sekian kota pesisir laut yang tertata rapi, menarik dan modern.

Menurut Lis, potensi penataan pesisir ibukota Provinsi Kepulauan Riau sebagai wajah kota baru mendatang sejalan dengan upaya Gubernur Kepri Ansar Ahmad memanfaatkan segala potensi yang ada di kota bertaja Gurindam 12 tersebut.

“Kita sangat mendukung upaya yang dilakukan Pak Ansar untuk membangun kemajuan kota ini. Kita harus berpikir positif. Ini diluar konteks politik,” kata Lis, Minggu (28/3/2021).

Lis yang juga pernah memimpin Pemerintahan Kota Tanjungpinang periode 2013-2018, mengatakan potensi letak geografis Tanjungpinang yang berada dikawasan perairan, memudahkan pengawasan ekowisata bahari.

Dia mengatakan pernah berencana menata pesisir Tanjungpinang dengan menghadirkan wisata restoran apung, mempercantik kapal-kapal pompong di pulau penyengat, kampung bugis dan sekitarnya.

“Rencana pak Ansar mengubah Tanjungpinang seperti Hongkong juga pernah terpikir oleh saya dulu. Semoga kedepan ini dapat terealisasi,” kata Lis.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad belum lama ini memimpin rapat rencana penataan ibu kota Provinsi Kepri Tanjungpinang yang dilaksanakan di ruang kerja Gubernur Kepri di Dompak. Rencana itu dirilis Humas Pemprov Kepri dan tersiar diseluruh media lokal dan nasional.

Ansar berencana ddalam tiga hingga lima tahun mendatang, Tanjungpinang dapat tampil menjadi kawasan yang nyaman dan mengesankan. Di kawasan ini juga direncanakan ada pertunjukkan seni serta hiburan budaya Melayu sebagai ruh utama dari detak jantung Tanjungpinang sebagai kota pusat peradaban Melayu.

“Detail Engineering Design (DED) akan mulai dikerjakan tahun 2021 ini. Setidaknya di APBD Perubahan tahun 2021 sudah selesai. Sehingga tahun 2022 tinggal kita realisasikan,” kata Ansar Ahmad.

“Selain ibu kota Provinsi, Tanjungpinang akan kita jadikan kota wisata. Tidak hanya wisata sejarah tetapi juga kota yang punya daya dukung infrastruktur wisata yang indah, cantik, eksotik, nyaman dan menawan,” jelas Ansar.

Pulau Penyengat sebagai ikon Tanjungpinang, jelas Ansar, sudah disiapkan desain dengan tidak meninggalkan nilai-nilai sejarah dan budaya Melayu. Mulai dari pelabuhan sebagai pintu masuk ke Pulau Penyengat, Masjid Raya Sultan Riau, beberapa situs sejarah peninggalan Kerajaan Riau Lingga, jalan-jalan di Penyengat dan berbagai hal tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat Melayu yang dikemas dalam paket wisata.

Kala malam tiba, aneka lampu warna warni menghias Pulau Penyengat. “Saya bermimpi, suatu saat Pulau Penyengat ketika malam tiba seperti Hongkong. Bermandikan cahaya aneka warna,” ujar Ansar Ahmad.

Obyek-obyek wisata lainnya seperti patung seribu wajah, gereja ayam, revitalisasi vihara Senggarang, kawasan jalan Merdeka, jalan Bintan dan Jalan Teuku Umar juga sudah disiapkan desain khusus.

Daerah sekitar pelantar I dan pelantar Laut Jaya akan ditata sedemikian rupa sehingga bersih dengan kapal-kapal dan perahu nelayan yang tambat di pelantar tersebut terlihat rapi, indah dan tertib.

Dengan demikian, menurut Ansar, Tanjungpinang bisa menjadi destinasi wisata yang bakal mengundang daya tarik para pelancong.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengungkapkan, perlu adanya kesungguhan menjadikan Kota Tanjungpinang sebagai kawasan wisata konservasi unggulan.

“Kita ingin Tanjungpinang nantinya mampu diorientasikan sebagai ekspresi eksotis sejarah yang dikemas secara modern dengan tatanan lingkungan yang menawan,” ungkap Ansar Ahmad.

Untuk menunjang daya dukung kota wisata, jelas Ansar, dua flyover juga akan disiapkan di Tanjungpinang pada tahun 2022. Untuk itu Ansar Ahmad secara serius terus meloby pemerintah pusat agar membantu merealisasikan mimpinya tentang Tanjungpinang yang indah dan menawan.

“Saya tetap optimistis. Dengan segala keseriusan usaha dan upaya kita, Tanjungpinang bisa menjadi “Hongkong Kecil” dengan segala keunggulan faktor pembedanya,” pungkasnya. (ANG)

Editor : Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *