Pengumbar Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi Disidangkan

Pengadilan Negeri Tanjungpinang saat menggelar sidang terdakwa perkara pelanggaran ITE, ujaran kebencian, Mustafa Kamal Nurullah di PN Tanjungpinang. (Foto: ang)

Pengadilan Negeri Tanjungpinang saat menggelar sidang terdakwa perkara pelanggaran ITE, ujaran kebencian, Mustafa Kamal Nurullah di PN Tanjungpinang. (Foto: ang)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kepulauan Riau kembali menggelar sidang perkara penyalahgunaan informasi dan transaksi elektronik, disebut juga penebar ujaran kebencian terhadap Presiden RI Joko Widodo dengan terdakwa Mustafa Kamal Nurrullah, Selasa 22 Mei 2018.

Sidang dalam agenda keterangan saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haryo Nugroho itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Monalisa Anita T Siagian beserta anggota.

JPU menghadirkan kedua saksi, diantaranya Suaeb sebagai saksi sekaligus pelapor dan Aji Anugraha pengguna medsos yang berteman dan mengetahuj atas tulisan terdakwa Mustafa Kamal di akun Facebook miliknya yang mengumbar ujaran kebencian.

Dalam kesaksiannya, Suaeb bersaksi mengetahui perbuatan ujaran kebencian yang diungkapkan Mustafa Kamal Narullah terhadap Presiden RI Joko Widodo beserta ibu negara, sejumlah mantan Presiden Indonesia dan beberapa pejabat di Kepulauan Riau.

“Saya mengetahui yang bersangkutan menuliskan ujaran kebencian itu, memfitnah presiden Jokowi dengan kata-kata tidak pantas diucapkan. Saya mengetahui itu saya screanshoot dan melaporkan ke pihak kepolisian,” ungkapnya.

Suaeb mengatakan sebelum dan sesudah ditangkap pihak Satreskrim Polres Tanjungpinang dan Bareskrim Mabes Polri tidak pernah mengenal Mustafa Kamal.

Satreskrim Polres Tanjungpinang juga menangkap Mustafa Kamal atas pelaporan ujaran kebencian yang ditujukan ke keluarga mantan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah atas pelaporan Repdem Tanjungpinang.

Sementara Mustafa Kamal tidak membantah sedikit pun atas kesaksian Sueb dan Aji. Dia membenarkan semua kesaksian Aji dan Sueb atas apa yang telah dia tuliskan di media sosial.

“Iya itu benar semuanya,” ujarnya.

Sebelumya, Pengadilan Negeri Tanjungpinang telah menggelar sidang dakwaan terdakwa Mustafa Kamal Nurrullah atas perkara pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik, Selasa 8 Mei 2018 lalu.

JPU Haryo Nugroho mendakwa atas postingan terdakwa dalam akun miliknya tersebut telah memuat penghinaan terhadap pejabat Negara, suku dan penistaan terhadap suatu agama.

“Sehingga berdampak tidak baik bagi masyarakat dan berpotensi menimbulkan konflik sosial dan perpecahan ditengah masyarakat,” ungkapnya.

JPU mendakwa Mustafa Kamal Nurrullah telah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45A Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

JPU mendakwa perbuatan terdakwa Mustafa Kamal Nurrullah telah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 157 ayat (1) KUHP.

Mejelis hakim pengadilan negeri Tanjungpinang menunda persidangan Mustafa Kamal hingga Selasa, 29 Mei 2018 mendatang, dengan agenda keterangan saksi ahli.

DNP

Baca Juga : 

Penghina Presiden ditangani Bareskrim Mabes Polri

Lis Darmansyah Tidak Toleransi Lagi Terkait Penghina Keluarganya

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *