Kepri Didorong Siapkan 100 Kampung Nelayan, Ansar Minta Daerah Jangan Lamban Lengkapi Syarat

Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat memimpin rapat Pemenuhan Kelengkapan Persyaratan dan Pemantapan Data Usulan Pembangunan KNMP Kepri Tahun 2026 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (18/5).
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat memimpin rapat Pemenuhan Kelengkapan Persyaratan dan Pemantapan Data Usulan Pembangunan KNMP Kepri Tahun 2026 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (18/5).

PIJARKEPRI.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) didorong mempercepat kesiapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai bagian dari program strategis nasional sektor kelautan dan perikanan.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bahkan meminta pemerintah kabupaten dan kota tidak lamban menuntaskan seluruh persyaratan administrasi dan kesiapan lokasi pembangunan.

Bacaan Lainnya

Penegasan itu disampaikan Ansar saat memimpin rapat Pemenuhan Kelengkapan Persyaratan dan Pemantapan Data Usulan Pembangunan KNMP Kepri Tahun 2026 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (18/5).

Rapat turut dihadiri Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Sekdaprov Kepri Misni, kepala OPD Pemprov Kepri, serta para wali kota dan bupati se-Kepri yang mengikuti rapat secara virtual.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Ridwan Mulyana mengungkapkan, Kepri menjadi salah satu daerah yang dinilai potensial dalam pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih karena karakter wilayahnya didominasi lautan.

Saat ini, kata Ridwan, sudah terdapat empat KNMP yang dibangun di Kepri, masing-masing tiga lokasi di Batam dan satu lokasi di Natuna.

“Kepri memiliki potensi besar untuk pengembangan kampung nelayan karena wilayahnya berbasis maritim. Kami mengapresiasi dukungan penuh Pemprov Kepri terhadap program ini,” kata Ridwan.

Menurutnya, program KNMP bukan sekadar pembangunan kawasan nelayan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir, memperkuat distribusi hasil tangkapan ikan, hingga membuka lapangan kerja baru melalui pembangunan fasilitas pendukung.

Pemerintah pusat sendiri menargetkan pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 di seluruh Indonesia, dengan target jangka panjang mencapai 5.000 kampung nelayan hingga 2029.

Khusus di Kepri, Ridwan menyebut sudah ada 32 lokasi yang dinyatakan memenuhi syarat awal pembangunan. Namun, sebanyak 20 lokasi lainnya masih dalam proses validasi dan terancam tertinggal jika pemerintah daerah tidak segera melengkapi dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan.

“Kami minta kabupaten dan kota segera menyelesaikan seluruh persyaratan agar lokasi yang diusulkan bisa lolos verifikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad mengungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya meminta Kepri menyiapkan sedikitnya 100 calon Kampung Nelayan Merah Putih.

Permintaan itu dinilai realistis mengingat 98 persen wilayah Kepri merupakan lautan dan sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan perikanan.

“Program ini sangat relevan untuk Kepri karena menyentuh langsung kehidupan masyarakat pesisir dan nelayan,” kata Ansar.

Ansar menegaskan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan lokasi pembangunan.

Ia meminta seluruh kabupaten dan kota memastikan legalitas lahan, akses jalan, ketersediaan air bersih, hingga jaringan listrik benar-benar siap sebelum proses pembangunan dimulai.

“Saya tidak ingin ada usulan yang gagal hanya karena persoalan administrasi atau kesiapan dasar yang tidak tuntas. Semua daerah harus serius mendukung program ini,” tegasnya. (ANG)

Pos terkait