Rumah Warga Komplek Pinang Mas Kebanjiran Lumpur

Suprapto, Warga perumahan Komplek Pinang Mas Jalan Delima, saat menunjukkan lumpur yang membanjiri rumah warga. (Foto: ang/pijarkepri.com)
Suprapto, Warga perumahan Komplek Pinang Mas Jalan Delima, saat menunjukkan lumpur yang membanjiri rumah warga. (Foto: ang/pijarkepri.com)

 

Suprapto, Warga perumahan Komplek Pinang Mas Jalan Delima, saat menunjukkan lumpur yang membanjiri rumah warga. (Foto: ang/pijarkepri.com)
Suprapto, Warga perumahan Komplek Pinang Mas Jalan Delima, saat menunjukkan lumpur yang membanjiri rumah warga. (Foto: ang/pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Sejumlah warga perumahan Komplek Pinang Mas, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tanjungpinang Barat mengeluhkan lumpur yang mengalir masuk kedalam rumah, dikarenakan pembangunan yang tidak diketahui peruntukannya.

Bacaan Lainnya

Suprapto (59), salah satu warga perumahan Komplek Pinang Mas mengaku resah dengan lumpur yang terus masuk kedalam rumahnya, terlebih ketika musim hujan tiba.

Diketahui, berdasarkan pantauan pijarkepri.com lumpur yang masuk kedalam rumah warga komplek Pinang Mas berasal dari pemotongan bukit tepat di belakang pemukiman penduduk setempat.

“Saya merasa resah, keberatan dan tetangga saya di sini juga semua keberatan dengan adanya aktivitas tersebut, lumpur masuk terus kerumah, kami tidak setuju adanya pembangunan itu,” kata Suprapto, saat menunjukkan lumpur yang masuk kedalam rumahnya, Selasa (17/4/2018) sekira pukul 15.15 WIB.

Suprapto tidak tahu pasti akan dibangun apa tanah seluas lapangan bola itu tepat diatas rumahnya. Informasi yang dia terima dari Rukun Tetangga (RT) setempat, pengusaha tengah meratakan tanah untuk membangun perumahan elite.

“Kalaulah mau bangun rumah, dipikir duru samping kiri kanan depan dan lingkungan sekitar, apa dampak pengerukan tanah, izin dulu, tapi sampai sekarang tidak ada, kami pun warga disini tidak setuju,” ujarnya.

Suprapto menjelaskan, sebelumnya, lokasi tempat pengerukan tanah tersebut dipenuhi dengan pohon, seperti kelapa, rambutan dan sebagainya. Namun, semenjak ditebang, air beserta lumpur masuk kedalam rumah warga.

Lokasi pengerukan tanah di komplek perumahan pinang mas yang menyebabkan rumah warga setempat banjir lumpur.
Lokasi pengerukan tanah di komplek perumahan pinang mas yang menyebabkan rumah warga setempat banjir lumpur.

Sementara kontraktor pembangunan rumah elite tersebut, Akeng mengatakan, akan membangun 9 unit rumah dilahan seluas lebih kurang 2.000 meter persegi itu. Ia membenarkan tengah menggali dan meratakan tanah dilahan tersebut.

“Kami bangun rumah perorangan, ada sekitar 9 unit tipe 80, kita belum bangun hanya ratakan tanah dan bikin pagar, masalah lumpur kami sudah perbaiki,” katanya.

Saat ini, kata Akeng, pihaknya tengah mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMG), dan sudah meminta Sepadan. Meskipun, menurut pengakuan warga setempat tidak mendukung pembangunan tersebut.

“IMB sedang diurus, tapi belum bangun, waktu kemarin sudah minta sepadan, sudah tanda tangan tiga empat orang,” ujarnya.

Warga setempat meminta pemerintah setempat mengambil sikap atas pembangunan yang berdampak dengan lingkungan sekitar pemukiman penduduk tersebut. (ANG)

Pos terkait