Kuasa Hukum H Dahnoer Berencana Menyurati INI

Rio Irwan Saputra SH MH, Kuasa Hukum dari H Dahnoer Yoesoef. (Foto : Istimewa/pijarkepri.com)

“Rio Irwan Saputra SH MH selaku Kuasa Hukum H Dahnoer Yoesoef pemilik tanah seluas 80 hektar, diakui BPN Bintan atas 47 sertifikat yang diterbitkan dan sesuai pengukuran dan pemetaan yang diterbitkan BPN Bintan terus melakukan langkah-langkah hukum untuk mencegah terjadinya tarnsaksi penjualan tanah dari dua pihak lainnya yang sama mengaku memiliki sertifikat tanah yang sama dan dijual belikan ke PT GWS. selaku kuasa hukum H Dahnoer dia turut memperrtanyakan Legal Standing PT GWS”

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Rio Irwan Saputra SH MH, selaku Kuasa Hukum H Dahnoer Yoesoef berencana menyurati Ikatan Notaris Indonesia (INI) untuk mempertanyakan setatus Legal PT Grand Wie Sukses (GWS) Edi, yang tengah menantang H Dahnoer Yoesoef atas kepemilikan lahan 1,4 hektar di Malang Rapat, Bintan.

“Kita mempertanyakan Legal Standing dari Legal PT GWS. Informasi yang didapat, saudara Edi ini adalah seorang Notaris aktif. Menurut peraturan Notaris, tidak boleh merangkap jabatan dalam menjalani profesi sebagai Notaris, kami akan surati INI,” ujarnya, di Tanjungpinang, Rabu (19/7).

Pasal penyuratan kuasa hukum H Dahnoer Yoesoef itu dikarenakan pernyataan Edi dan jabatannya sebagai Legal PT GWS dalam pemberitaan media cetak lokal dan nasional, online. Edi, selaku Legal PT GWS menantang H Dahnoer untuk menggugat. Sementara informasi yang dihimpun, Edi masih aktif sebagai notaris di Kabupaten Karimun.

Mempertanyakan kapasitas Edi dalam memberikan keterangan dengan jabatan Legal PT GWS. Rio Irwan Saputra SH MH mempertanyakan setatus hukum ketika akan menghadapi Edi.

“Apakah yang bersangkutan Legal PT GWS atau Notaris prusahaan yang berada dalam satu prusahaan dan memiliki jabatan didalamnya, apakah itu dibenarkan, sepengetahuan saya itu tidak,” katanya.

Larangan menjabat dua jabatan untuk seorang notaris mengacu pada Pasal 17 huruf (f) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris.

Dalam poin tersebut ditegaskan, Notaris dilarang merangkap jabatan sebagai pemimpin atau pegawai badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah atau badan usaha swasta.

Rio Irwan Saputra mengatakan, pihaknya sudah melewati tahapan dan langkah-langkah hukum upaya menyikapi mencegah adanya transaksi jual beli dilahan bersirtifikat milik H Dahnoer dan PT GWS.

“Sudah sejak awal langkah-langkah hukum kami lakukan, mulai dari pemasangan papan nama kepemilikan H Dahnoer Yoesoef dibawah pengawasan saya selaku konsultan hukum, pemblokiran dua sertifikat SHM 232 dan 233 ke BPN Bintan, itu adalah langkah hukum,” ujarnya.

Bahkan, pihaknya telah menyurati lembaga pemerintah pusat terkait acara gorudbreaking Avara Resort yang turut mengundang petinggi negara seperti Presiden RI, Panglima TNI, Kapolri, Gubernur dan Bupati Kabupaten Bintan.

“Surat dan lampiran keluhan terhadap PT. Masyarakat GWS dilahan trikora, pulau pucung km 51 Desa Malang Rapat sudah diterima KPK, Menteri Kelautan dan Prikanan, Menteri Agraria Pertanahan RI, Ketua Ombudsman RI, menunggu proses selanjutya,” ujarnya.

Selaku Kuasa Hukum H Dahnoer Yoesoef, Rio mengatakan tak gentar jika pihak PT GWS menggugat ke Pengadilan. Sejauh ini pihaknya sudah melewati dan melakukan tahapan hukum

“Saya balik tantang, dan silahkan gugat ke Pengadilan jika mempunyai bukti yang benar,” tegasnya.

Edi sendiri mengaku menjabat sebagai Legal PT GWS pada Minggu (9/7) lalu disalah satu kedai kopi di Tanjungpinang. Dihadapan sejumlah media lokal dan cetak, jabatan itu diutarakannya ketika membantah bahwasanya PT GWS tidak pernah menyerobot lahan milik H Dahnoer Yoesoef seluas 80 Hektare.

“Tidak pernah menyerobot tanah milik keluarga H Dahnoer Yoesoef. Perusahaan hanya menggunakan lahan seluas 1,4 ha yang dibeli dari Kristina Harahap seluas 7.800 lebih ha dan Tengku Amalia seluas 6.000 ha,” tegasnya, turut didampingi CEO PT GWS Bandono Budiman dan dua staf PT GWS.

Sementara pihak PT GWS dan Legal perusahaan, Edi belum memberikan keterangan mengenai permsalahan tersebut.

Penulis : Aji Anugraha

Editor : Iskandar

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top