UGM dan CBM-B3T Siapkan Riset Bersama untuk Perkuat Biomaritim di Kawasan Perbatasan

Center for Biomaritime Studies in Border Area dan 3T Region (CBM-B3T) bersama Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sepakat menyusun proposal riset kolaboratif sebagai tindak lanjut pertemuan yang digelar, Sabtu (21/2/2026)
Center for Biomaritime Studies in Border Area dan 3T Region (CBM-B3T) bersama Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sepakat menyusun proposal riset kolaboratif sebagai tindak lanjut pertemuan yang digelar, Sabtu (21/2/2026)

YOGYAKARTA – Upaya memperkuat pembangunan biomaritim di kawasan perbatasan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) memasuki babak baru di tanah air.

Center for Biomaritime Studies in Border Area dan 3T Region (CBM-B3T) bersama Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sepakat menyusun proposal riset kolaboratif sebagai tindak lanjut pertemuan yang digelar, Sabtu (21/2/2026)

Pertemuan yang berlangsung di kampus UGM itu dihadiri Ketua CBM-B3T Prof. Dr. Agus Salim, S.Ag., M.Si., Dewan Pembina Bidang Dr. H. Lebba, M.Sc., serta Anggota Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya M. Fahmi Hidayat, S.E., M.A. Rombongan diterima langsung Dekan Fakultas Biologi UGM Prof. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., Ph.D.

Dalam diskusi, kedua pihak menekankan pentingnya riset terapan yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat perbatasan.

Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada kajian akademik, melainkan melahirkan model pemberdayaan berbasis potensi hayati lokal.

Sebelum pertemuan di kampus, rombongan CBM-B3T melakukan napak tilas ke kediaman lahir Presiden ke-2 RI Soeharto di Kemusuk, Bantul.

Kegiatan tersebut dimaknai sebagai refleksi atas praktik pembangunan yang berorientasi pada ketahanan wilayah, termasuk penguatan kawasan pinggiran sebagai beranda terdepan negara.

Di Fakultas Biologi UGM, tim juga meninjau sejumlah program unggulan, antara lain pengembangan budidaya ikan lokal seperti wader serta konservasi anggrek endemik.

Praktik-praktik tersebut dinilai relevan untuk direplikasi dan dikembangkan di wilayah perbatasan.

Ketua CBM-B3T Prof. Agus Salim menegaskan, integrasi sains dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci penguatan biomaritim.

“Di Fakultas Biologi UGM ini kita melihat hal-hal kecil di sekitar bisa menjadi sumber riset dan pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Center for Biomaritime Studies in Border Area dan 3T Region (CBM-B3T) bersama Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sepakat menyusun proposal riset kolaboratif sebagai tindak lanjut pertemuan yang digelar, Sabtu (21/2/2026)
Center for Biomaritime Studies in Border Area dan 3T Region (CBM-B3T) bersama Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sepakat menyusun proposal riset kolaboratif sebagai tindak lanjut pertemuan yang digelar, Sabtu (21/2/2026)

Menurut Agus, pendekatan sederhana yang berpijak pada kearifan lokal merupakan kekuatan utama dalam pengelolaan sumber daya hayati, khususnya di kawasan 3T yang memiliki karakter sosial dan ekologis khas.

Sementara itu, Dekan Fakultas Biologi UGM Prof. Budi S. Daryono menyatakan dukungannya terhadap langkah CBM-B3T dalam mematangkan pendirian pusat studi biomaritim.

“Menjadi penggagas memang tidak mudah, tetapi selama niatnya baik untuk masyarakat, saya yakin akan memiliki nilai tersendiri,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, kedua lembaga akan menyusun proposal riset bersama yang mencakup pengembangan biodiversitas perairan, konservasi flora endemik, serta model pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat pesisir berbasis riset biologi.

Proposal tersebut direncanakan diajukan ke berbagai skema pendanaan nasional maupun internasional. Pertemuan ditutup dengan buka puasa bersama di Gudeg Yu Djum Pusat.

Kedua pihak berharap kerja sama ini segera terwujud dalam bentuk penelitian lapangan dan program penguatan kapasitas masyarakat di wilayah perbatasan dan 3T, sehingga riset benar-benar hadir sebagai solusi pembangunan berkelanjutan. (Kafa)

Pos terkait