Satu Tahun Lis–Raja: Fondasi Berbenah di Tengah Tekanan Fiskal

Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang periode 2025-2030, Lis Darmansyah dan Raja Ariza saat disambut rombongan, di Bandara RHF Tanjungpinang, Sabtu (1/2/2025). (Foto: ajianugraha)
Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang periode 2025-2030, Lis Darmansyah dan Raja Ariza saat disambut rombongan, di Bandara RHF Tanjungpinang, Sabtu (1/2/2025). (Foto: ajianugraha)

KAMIS, 20 Februari 2025 menjadi tonggak awal kepemimpinan Lis Darmansyah dan Raja Ariza. Keduanya dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara untuk memimpin Tanjungpinang periode 2025–2030.

Terpilih dengan 69 persen suara, pasangan ini mengusung visi BIMA SAKTI dan tagline “Tanjungpinang Berbenah”.

Bacaan Lainnya

Namun, satu tahun pertama bukanlah jalan mulus. Lis-Raja memulai pemerintahan saat APBD 2025 telah diketuk tanpa ruang manuver program prioritas.

Di saat bersamaan, mereka harus menuntaskan beban tunda bayar Rp70 miliar dari 2024, yakni imbas kurang bayar dana bagi hasil migas, melesetnya target PAD, serta belanja OPD yang tak terkendali. Perubahan APBD 2025 pun tersedot untuk menutup kewajiban lama.

Di tengah tekanan fiskal itu, Lis-Raja memilih meletakkan fondasi tata kelola. Pembenahan disiplin dan kualitas SDM aparatur menjadi langkah awal.

Hasilnya mulai terlihat melalui deretan capaian pelayanan publik, yakni nilai Layanan Dukcapil 86,84 (predikat baik), Indeks Pelayanan Publik 4,44 (kategori A), predikat A pengawasan kearsipan dari ANRI, hingga ISO 27001 untuk keamanan data SIAK. Kanal aduan publik diperluas, termasuk layanan cepat melalui nomor pengaduan yang langsung terhubung dengan OPD terkait.

Di sektor budaya, identitas kota diperkuat. Pulau Penyengat diposisikan bukan sekadar destinasi wisata, melainkan pusat spiritual dan sejarah Melayu.

Kalender event disusun sepanjang tahun, dari festival seni hingga heritage run. Penyengat menjadi tuan rumah Gerakan Wisata Bersih Nasional dan digelar Penyengat Heritage Fest 2025. Atas konsistensi itu, Lis menerima Trisakti Tourism Award 2025.

Pembenahan wajah kota juga menjadi perhatian. Tim kebersihan khusus dibentuk, gotong royong ASN digerakkan, taman-taman kota direvitalisasi, dan fungsi ruang publik dikembalikan.

Penataan ini tak sekadar estetika, tetapi upaya membangun kenyamanan ibu kota provinsi.

Di bidang ekonomi, angka makro menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5,05 persen—naik dari 3,78 persen pada 2024.

Realisasi investasi PMDN menembus Rp596,9 miliar atau 125 persen dari target. Angka kemiskinan turun dari 6,86 persen menjadi 5,96 persen. IPM meningkat menjadi 82,02, peringkat kedua di Kepri.

Program pengentasan kemiskinan digelontorkan Rp80,07 miliar, termasuk bantuan pengurangan beban pengeluaran dan peningkatan pendapatan warga.

Sektor pendidikan dan keagamaan turut disentuh. Program seragam dan perlengkapan sekolah gratis menjangkau lebih dari 7.000 pelajar SD dan SMP.

Program Siswa Mengaji diberlakukan sebelum jam belajar, disertai syarat kemampuan baca Al-Qur’an bagi siswa baru. Di sisi lain, insentif untuk kader posyandu, imam masjid, guru lintas agama, hingga petugas fardhu kifayah kembali digulirkan.

Pada ranah teknologi, Pemko mengembangkan inovasi waste to energy, yakni mengolah sampah plastik menjadi BBM yang telah diuji laboratorium. Digitalisasi UMKM diperkuat melalui aplikasi SiDekra untuk memperluas akses pasar.

Tim Tanjungpinang-CSIRT juga dikukuhkan untuk memperkuat keamanan siber pemerintahan.

Satu tahun Lis–Raja belum cukup untuk menuntaskan seluruh agenda. Namun, di tengah keterbatasan fiskal dan beban warisan anggaran, fondasi tata kelola, pelayanan, budaya, dan ekonomi mulai dibangun.

“Perjalanan masih panjang, tapi fondasi telah kami letakkan dengan kerja kolaboratif dan komitmen integritas,” ujar Lis.

Refleksi setahun ini memperlihatkan satu hal: Lis–Raja memilih bergerak dengan pembenahan mendasar, bukan sekadar pencitraan sesaat. Tantangan ke depan tetap besar, tetapi arah telah ditetapkan sebagai Tanjungpinang berbenah, setahap demi setahap.

Pewarta : Aji Anugraha

Pos terkait