Polisi Ciduk Oknum Wartawan Peras Pengusaha

Tim opsnal Polsek Batam Kota, Batam, Kepulauan Riau saat menggelandang dua oknum wartawan ke sel tahan lan Polsek itu atas dugaan tindak pidana pemerasan terhadap salah satu pengusaha cafe di Batam, Kepulauan Riau. (Foto : Humas Polresta Barelang)
Tim opsnal Polsek Batam Kota, Batam, Kepulauan Riau saat menggelandang dua oknum wartawan ke sel tahan lan Polsek itu atas dugaan tindak pidana pemerasan terhadap salah satu pengusaha cafe di Batam, Kepulauan Riau. (Foto : Humas Polresta Barelang)

Jelang Hari Bhayangkara ke-76, Polsek Batam Kota Ungkap Kasus Pemerasan pemilik Cafe Flints Social House Bar Kota Batam

PIJARKEPRI.COM – Tim opsnal Polsek Batam Kota meringkus dua oknum wartawan atas dugaan tindak pidana pemerasan terhadap salah satu pengusaha cafe di Batam, Kepulauan Riau.

Kasi Humas Polresta Barelang, AKP Tigor Sidabariba, mengatakan, dua pelaku diduga memeras korban merupakan pemilik Cafe Flints Social House Bar, Batam Kota, Batam, Selasa (14/6/2022)

Kapolsek Batam Kota Kompol Nidya Astuty, melalui Kanit Reskrim Iptu Yustinus Halawa, menjelaskan, pelaku yang di amankan berinisial FI (45) dan SA. Kedua pelaku merupakan oknum wartawan.

Kronologi tindak pidana pemerasan ini berawal saat pelaku FI bersama rekannya SA mendatangi Cafe Flints Social House Bar pada Sabtu (11/6/2022) sekira pukul 01.55 Wib.

Sesampainya di Cafe, pelaku memesan 1 botol minuman Beer sambil bertanya apakah ada event bonus kepada korban yang tak lain adalah pemilik Cafe.

Selanjutnya korban menjawab, bahwa ada event bonus sembari memberikan bonus 1 botol beer kepada pelaku.

Tak berapa lama, pelaku meminta izin kepada korban untuk mengambil dokumentasi terkait event yang diadakan di Cafe tersebut. Saat itu korban tidak memberikan jawaban. Akan tetapi, pelaku tetap mengambil dokumentasi tanpa persetujuan dari pemilik Cafe.

Atas dasar dokumentasi itu, akhirnya pelaku mulai menakut-nakuti pemilik Cafe dengan mengancam akan melaporkan ke Polisi dan bakal menyebarluaskan hasil video dokumentasi yang diambilnya sehingga berharap lokasi tersebut ditutup.

Lantaran korban masih ada kesibukan dan meninggalkan pelaku di mejanya, sekira pukul 02.45 Wib pelaku pulang dan membayar bill di kasir.

“Saat itu ia sempat berucap ‘hati- hati aja’ sambil meninggalkan korban,” ungkap Kanit Reskrim Iptu Yustinus Halawa.

Yustinus Halawa menjelaskan, esok hari, Minggu (12/6/2022), pelaku mengirimkan hasil video kegiatan di Cafe milik korban yang sudah diposting di Youtube ke Whatsapp korbanz dengan mengirimkan file Undang-Undang tentang pornografi serta mengirimkan nomor kontak Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhart untuk meyakinkan korban.

“Pelaku juga meminta korban mengundang Kabid Humas dengan nomor kontak yang sudah dikirimkannya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, aksi pelaku kemudian dilanjutkan pada hari Selasa, (14/6/2022) sekira 13:00 Wib, pelaku kembali menghubungi korban dan membuat janji pertemuan di Cafe tersebut. Dihari yang sama, sekira pukul 21.00 Wib, pelaku datang dan berjumpa dengan korban.

Iptu Yustinus mengungkap, berdasarkan keterangan korban, saat itu, korban meminta keringanan atas permintaan uang oleh pelaku sebesar Rp 3 juta. Namun, pelaku tetap tidak mau, sehingga akhirnya korban menyerahkan uang tersebut kepada pelaku.

“Atas kejadian tersebut, korban melapor ke Polsek Batam Kota,” ungkapnya.

Kemudian, setelah menerima laporan tersebut tim Opsnal Polsek Batam Kota yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Yustinus Halawa mendatangi lokasi kejadian dan benar saat itu didapati 2 pelaku FI dan SA.

Selanjutnya, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah amplop coklat yang bertuliskan nama Feri/Wartawan berisikan uang sebesar Rp 3 juta, dari tangan pelaku.

Terkait kasus dugaan pemerasan yang menjerat dua oknum wartawan di Batam, Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri melalui Kasi Humas AKP Tigor Dabariba, mengimbau kepada jurnalis Kota Batam untuk selalu berpegang kepada kode etik jurnalistik dalam melakukan aktivitas jurnalistik.

“Karena profesi jurnalis adalah profesi yang mulia. Profesi yang harus dijaga marwahnya,” kata Kasi Humas AKP Tigor Sidabariba.

“Atas perbuatannya Pelaku di jerat dengan Pasal 368 KUHPidana dan 369 KUHPidana ancaman hukuman 9 tahun dan 4 tahun penjara,” ungkap Kapolsek Batam Kota, Kompol Nidya Astuty W. (RLS/ANG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *