Kericuhan Warnai Laga HUT RI di Jemaja, Pemain Diduga Dipukul Penonton

Kepala Desa Impol Yurnalis bersama Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Impol Haryadi kemudian melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Jemaja pada Jumat (7/8/2026) malam.
Kepala Desa Impol Yurnalis bersama Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Impol Haryadi kemudian melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Jemaja pada Jumat (7/8/2026) malam.

Anambas, PIJARKEPRI.COM – Kericuhan mewarnai pertandingan sepak bola dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

Seorang pemain Desa Impol, Derpin, yang mengenakan nomor punggung 11, diduga menjadi korban pemukulan oleh seorang penonton yang masuk ke area lapangan saat pertandingan berlangsung.

Kepala Desa Impol Yurnalis bersama Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Impol Haryadi kemudian melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Jemaja pada Jumat (7/8/2026) malam.

Laporan itu dibuat setelah pertandingan antara kesebelasan Desa Impol dan SMA Negeri 1 Jemaja diwarnai insiden yang menyebabkan Derpin mengalami cedera. Korban diduga dipukul oleh seseorang yang bukan bagian dari pemain dan masuk ke lapangan.

“Selaku kepala desa, saya tidak terima warga saya dipukul. Kalau yang memukul sama-sama pemain, saya terima karena bentrokan antarpemain merupakan bagian dari dinamika pertandingan,” kata Yurnalis yang akrab disapa Ayor kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Sabtu (8/8/2026)

Namun, ia menegaskan pihaknya keberatan apabila tindakan kekerasan tersebut dilakukan oleh penonton.

Menurut Yurnalis, pihaknya menyerahkan proses penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum dan meminta dugaan pelaku diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami meminta agar terduga pelaku ditindak dan diproses sesuai hukum yang berlaku serta diadili seadil-adilnya. Derpin, pemain dengan nomor punggung 11, menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh penonton,” ujarnya.

Ia menilai kontak fisik antarpemain dalam pertandingan merupakan bagian dari dinamika olahraga yang berada dalam pengawasan wasit dan panitia. Namun, tindakan kekerasan yang melibatkan pihak di luar pertandingan tidak dapat dibenarkan.

“Kalau sama-sama pemain yang bentrok di lapangan, bagi kami tidak ada masalah. Itu bagian dari pertandingan dan ada wasit serta panitia yang mengaturnya. Tetapi kalau bukti menunjukkan pelaku bukan pemain, melainkan penonton, maka harus ditindak tegas,” katanya.

Yurnalis juga mengimbau seluruh penonton agar tidak mengambil tindakan sendiri ketika terjadi perselisihan selama pertandingan.

Ia berharap insiden tersebut menjadi pelajaran sehingga pertandingan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dapat berlangsung aman dan kondusif.

“Kalau ada persoalan, serahkan kepada panitia, wasit dan pihak yang berwenang. Jangan sampai pertandingan yang digelar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan justru menjadi tempat terjadinya tindakan kekerasan,” katanya.

Polsek Jemaja diharapkan dapat menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur dan fakta-fakta yang ditemukan dalam proses pemeriksaan.

Pewarta : Fendi

Pos terkait