Di Tengah Kemajuan Batam, Warga Pulau Kecil Masih Berebut Air Bersih

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, dalam suatu kesempatan wawancara, Kamis (17/9/2026) (Foto: aji Anugraha/pijarkepri.com)
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, dalam suatu kesempatan wawancara, Kamis (17/9/2026) (Foto: aji Anugraha/pijarkepri.com)

Batam, PIJARKEPRI.COM – Di tengah pesatnya pembangunan Kota Batam, persoalan kebutuhan dasar masih menjadi bagian dari keseharian warga di sejumlah pulau kecil. Air bersih dan listrik menjadi dua kebutuhan yang hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi.

Warga Pulau Jaloh, Pecung, Cengkui, Selat Nenek, hingga Temoyong masih menghadapi keterbatasan pasokan air bersih. Di Pulau Jaloh, bahkan warga harus mencabut undian untuk menentukan nomor antrean mengambil air dari sumur umum.

Bacaan Lainnya

Persoalan semakin berat ketika sumber air tersebut mulai mengering. Warga pun harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami kesulitan air bersih,” kata Icam, seorang warga pendatang di Pulau Jaloh, Kecamatan Bulang, kepada pijarkepri.com, Selasa (22/9/2026)

“Kalau mau dapat air ngantri berjam-jam, itu pun harus tunggu sumur terisi lagi dari sumur,” tambahnya.

Baca Juga : Di Tengah Perebutan Bisnis Air Batam, Warga Pulau Jaloh Berebut Setetes Air Bersih

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap kebutuhan dasar masih menjadi persoalan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan yang berada di sekitar pusat pertumbuhan Kota Batam.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam Rudi Panjaitan mengatakan, pemerintah daerah menyadari persoalan air bersih yang dihadapi masyarakat di pulau-pulau tersebut.

Menurut dia, Pemkot Batam saat ini mengupayakan pemenuhan kebutuhan air bersih melalui fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang telah dibangun di Belakang Padang.

Namun, keterbatasan jarak dan kondisi geografis membuat distribusi air ke pulau-pulau lainnya membutuhkan waktu serta persiapan lebih lanjut.

“Untuk pulau-pulau sekitarnya belum masuk ke sana karena jaraknya membutuhkan waktu. Jadi kami mohon masyarakat untuk bersabar,” kata Rudi, di sela-sela pelantikan pengurus PWI Kepri, Kamis (17/9/2026) lalu.

Sembari menunggu pengembangan jaringan dan sumber air, pemerintah mendorong masyarakat memaksimalkan penampungan air hujan sebagai salah satu sumber air alternatif.

“Bagaimana air hujan itu bisa dimaksimalkan, tapi benar saat ini tidak musim hujan” katanya.

Tak hanya air bersih, keterbatasan listrik juga masih dirasakan masyarakat di sejumlah pulau. Pasokan listrik yang terbatas membuat aktivitas warga terganggu, terutama ketika listrik padam pada malam hari.

Rudi mengatakan, kebutuhan listrik masyarakat pulau-pulau kecil juga menjadi perhatian pemerintah. Salah satu opsi yang didorong adalah pemanfaatan energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya.

Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pulau merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Batam.

“Air bersih salah satu program prioritas. Listrik juga menjadi perhatian, termasuk pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya,” ujarnya.

Rudi mengatakan, pemerintah akan terus mengembangkan berbagai inovasi untuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan.

“Yang utama, kami tetap konsisten memberikan kemudahan dan merespons kebutuhan warga, terutama masyarakat yang berada di pulau-pulau,” katanya.

Pewarta : Aji Anugraha

Pos terkait