Sering Banjir Warga Bukit Kapitan Minta Normalisasi Sungai

Lurah Dabo Lama, Kezzy Dalfi menunjukkan lokasi sungai yang sering meluap dan mengakibatkan banjir.

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Sering menjadi langganan banjir di saat hujan, karena pendangkalan dan tidak adanya batu miring sehingga membuat air sungai meluap hingga menggenangi rumah warga Bukit Kapitan, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, yang mendiami dekat dengan sungai.

Lurah Dabo Lama, Kezzy Dalfi mengatakan, musibah banjir di daerah bukit Kapitan memang hampir setiap tahun sering terjadi banjir, apalagi seperti sekarang ini sudah musim angin utara yang curah hujan nya tinggi, untuk di wilayah RW.02, 01 dan 05 yang mana rumahnya berada dipinggiran sungai.

Penyebab terjadinya banjir, jelas Kezzy, adalah pasangnya air laut yang begitu besar, sehingga air sungai tidak dapat lepas kelautan, dan juga karena pendangkalan sungai yang perlu di normalisasi, untuk itu, warga minta kepada Pemerintah agar adanya normalisasi Sungai.

“Saat banjir kemarin, warga bukit kapitan yang rumahnya terendam banjir ada sekitar 60 rumah dan yang air hingga masuk ke dalam rumah ada 6 buah rumah, kami berharap kepada masyarakat untuk saling menjaga dan bergotong royong serta jangan membuang sampah ke dalam sungai,” kata Kezzy Dalfi saat ditemui meninjau lokasi sungai, kemarin.

Kami telah mensurvei, lanjut Kezzy, masyarakat yanng terkena banjir dan menawarkan kepada mereka yang rumahnya sudah masuk air untuk pindah sementara menunggu air menyusut, namun mereka tidak mau dengaa alasan karena sudah terbiasa seperti ini, tapi kami sangat berharap kepada pemerintah agar adanya pemasangan batu miring di pinggir sungai dan pengerukan dalam sungai.

Katanya lagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lingga, juga akan turun kelokasi untuk melihat titik mana yang yang berpotensi meluapnya air sungai tersebut, dan dalam beberapa kali musrenbang kita mengajukan masalah normalisasi ini, namun hingga saat ini belum juga terealisasi.

“Mudah-mudahan tahun ini berkat kesabaran dan doa warga Kelurahan Dabo Lama, lanjutan pemasangan batu mering sepanjang 2 ribu meter di sungai ini dapat berlanjut, dan pengerukan agar tidak lagi dangkal,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang warga warga RT.01/RW.02, Junaidy berharap, normalisasi sungai bisa cepat terealisasi, di sini kalau hujan satu hari tetap banjir dan airnya tergenang, karena saat ini sungainya sudah sangat kecil dan tidak seperti semula.

“Kami minta kepada pemerintah, agar sungai ini dapat dinormalisasikan, agar air lancar sehingga tidak lagi banjit,” tutupnya. (Aci)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *