'

Bintan Jadi Jalur Transit Impor Ekspor Ilegal Furnitur Cina-Amerika

Gudang PT Mangrove Industry Park Indonesia (MIPI)Jalan Nusantara KM 23, Kampung Budimulya, RT003/RW004, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Bintan, Kepulauan Riau, Rabu (8/1/2020). (Foto: pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Bintan – Sebuah gudang PT Mangrove Industry Park Indonesia (MIPI), di Bintan, Kepulauan Riau menjadi sarana transit komoditi impor mabel dan furnitur diduga ilegal dari Cina kemudian di ekspor ke Amerika.

Berdasarkan data yang dihimpun pijarkepri.com, Kamis (9/1/2020) dari sumber terpercaya, sepanjang September 2019 hingga Januari 2020, PT MIPI sudah mengimpor 250 kontainer mebel dan furnitur berbentuk kitchen kabinet dari negara Cina.

Sumber internal PT MIPI mengatakan, Perusahaan Milik Asing (PMA) tersebut sudah memulai kegiatan perdana ekspor dan impor diduga ilegal mebel dan furniture sejak, 6 September 2019, di Pelabuhan Sungai Kolak Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Bintan.

Staff Administrasi di Gudang PT MIPI Kilometer 23, Rabu (8/1/2020) mengatakan, PT MIPI sudah melakukan ekspor barang furnitur siap jadi ke Amerika dan Kanada belum lama ini.

“Selama ini kita sudah melakukan ekspor sebanyak 10 kali, terakhir Kamis (2/1/2020) kemarin,” ungkapnya.

Kendati hanya memiliki izin Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) dan Tanda Daftar Gudang (TDG), PT MIPI terus mengimpor mabel dan furnitur 80 persen dari Cina dan mengekspor mabel dan furnitur tersebut ke Amerika.

Sumber terpercaya pijarkepri.com mengatakan, target ekspor furnitur dan mebel PT MIPI 2000 kontainer meski hanya mengantongi izin SPPL dan TDG.

Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Bintan, Kamis, (9/1/2020) membenarkan telah mengeluarkan izin berupa SPPL dan TDG PT MIPI.

Kabid Prizinan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Bintan, Alfeni mengatakan, PTSP menerbitkan SPPL dan TDG PT MIPI dengan lokasi, Jalan Nusantara KM 23, Kampung Budimulya, RT003/RW004, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Bintan, Kepulauan Riau, tertanggal 2 Agustus 2019.

“Surat yang dikeluarkan dinas hanya SPPL dan TDG, hanya untuk gudang PT. MIPI. Ingat ya ini yang di Kilometer 23,” ungkap, Kabid Prizinan PTSP, Alfeni.

PTSP menyebutkan, dalam SPPL dan TDG PT MIPI diperuntukkan pada bangunan empat ruko, tepat di pinggir Jalan Nusantara KM 23, Kampung Budimulya, RT003/RW004, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Bintan.

“Izin TDG PT MIPI itu yang bangunan ruko ya, yang bangunan yang lain gak ada,” ungkapnya.

Namun, berdasarkan penelusuran pijarkepri.com, gudang PT MIPI di Jalan Nusantara KM 23, Kampung Budimulya, RT003/RW004, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Bintan hanyalah gudang kosong, belum termasuk bangunan dibalik ruko empat pintu yang merupakan kantor administrasi PT MIPI.

Empat deret ruko yang diberikan Dinas Penanaman Modal PTSP Bintan untuk PT Mangrove Industry Park Indonesia (MIPI), sebagai TDG, tertutup rapat sejak, Rabu (8/1/2020). (Foto: pijarkepri.com)

Geliat PT MIPI untuk mengimpor furnitur dan mabel dari Cina secara ilegal sudah terlihat sejak 9 Juli 2019.

Berdasarkan data yang dihimpun pijarkepri.com, Lurah Kijang Kota, Bintan sudah menerbitkan surat pendukung IMB PT MIPI. Dilanjutkan, surat pemanfaatan ruang dari PUPR pada 22 Juli 2019.

PT MIPI kemudiaan mengajukan permohonan SPPL dan TDG pada tanggal 30 Juli 2019, hingga terbit sebagai tempat penyimpanan, dalan bentuk izin TDG yang berlokasi di kilometer 23.

Sebelumnya, MIPI sudah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) pada 23 Mei 2019, tertera pula Angka Pengenal Impor-Produsen (API-P) yang dimpor dengan alamat gudang, nomor 2623. Bersamaan itu pula MIPI menerima Angka Pengenal Impor- Umum (API-U).

Padahal, berdasarkan Ketentuan Impor Produk Kehutanan diatur dengan Permendag No. 97/M-DAG/PER/11/2015 jo. No. 91 Tahun 2017 jo. No. 13 Tahun 2018.

Disebutkan pula di dalam Pasal 5 Permendag 97 Tahun 2015, bahwa Impor Produk Kehutanan oleh API-U hanya dapat diperdagangkan dan/atau dipindahtangankan kepada pihak lain setelah diproses lebih lanjut di dalam negeri.

Impor Produk Kehutanan oleh API-P hanya dapat digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong dan dilarang diperdagangkan dan/atau dipindahtangankan kepada pihak lain.

Pasal 7A Permendag 91 Tahun 2017 juga menegaskan  Perusahaan wajib melaporkan dan mengajukan permohonan perubahan Persetuuan Impor terhadap perubahan yang terkait dengan dokumen Angka Pengenal Importir.

Jika terjadi perubahan status dari semula API-U menjadi API-P, maka perusahaan wajib melaporkan perubahannya dan wajib mengajukan perubahan Persetujuan Impor.

Pasal 7A ini juga menjelaskan sanksi Pasal 12 Permendag 97 Tahun 2015, Persetujuan Impor di cabut apabila API-U memperdagangkan dan/atau memindahtangankan produk kehutanan ke luar negeri sebelum diproses lebihlanjut; API-P memperdagangkan dan/atau memindahtangankan produk kehutanan yang diimpornya kepada pihak lain.

Pasal 15 Permendag 13 Tahun 2018 Perusahaan yang mengimpor Produk Kehutanan tidak sesuai dengan Permendag No. 97/M-DAG/PER/11/2015 jo. No. 91 Tahun 2017 jo. No. 13 Tahun 2018 dikenai sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan Produk Kehutanan yang diimpor tidak sesuai dengan Permendag No. 97/M-DAG/PER/11/2015 jo. No. 91 Tahun 2017 jo. No. 13 Tahun 2018 wajib ditarik kembali dari peredaran dan dimusnahkan importir.

Pasal 5 Permendag No. 75 Tahun 2018 tentang API Barang yang diimpor oleh API-P dlarang untuk diperdagangkan atau dipindahtangakan kepada pihak lain

Sanksi Pasal 20 Permendag No. 75 Tahun 2018 tentang API NIB yang berlaku sebagai API dan API di cabut apabila Importir pemilik API dan/atau Pengurus/Direksi Imporitr pemilik API melakukan usaha dan/atau kegiatan yang tidak sesuai dengan NIB yang belaku sebagai API dan API.

Kendati demikian, PT MIPI tetap menjalankan misinya, dengan deklarasi Impor pada 26 Juli 2019, dengan bahan baku perusahan yang kesemuanya merupakan produk jadi, berupa furnitur dan mebel.

Kepala Bea dan Cukai, Syahirul Alim melalui, Kasi Penyuluhan, dan Layanan Informasi (PLI) Oka A Setiawan membenarkan bahwa pihaknya mengetahui PT MIPI mengekspor furniture dan mebel.

“Sepanjang 2020, PT MIPI telah melakukan 5 kali ekspor. Komoditi ekspor tersebut adalah Kitchen Kabinet asal China yang di ekspor ke USA,” ucapnya kepada tim investigasi pijarkepri.com.

Alih-alih dugaan menutupi persoalan PT MIPI mengimpor  mebel dan furnitur dari Cina dan mengekspor mebel dan furnitur itu ke Amerika melalui izin SPPL dan TDG PT MIPI, saat ini muncul polemik soal izin mendirikan bangunan PT MIPI di Galang Batang, Bintan, Kepulauan Riau.

Pewarta ; Aji Anugraha
Editor : Redaksi

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *