
PIJARKEPRI.COM, Lingga – Bupati Lingga, Alias Wello didampingi Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar dan Sekda Lingga, Juramadi Esram menyepakati Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Lingga Tahun 2020.
Kesepakatan anggaran Pilkada Lingga 2020 itu disepakati Pemerintah Kabupaten Lingga bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Kabupaten Lingga, di ruangan rapat Kantor Bupati Lingga, Senin (30/9/2019).
Penandatangan NPDH yang dilakukan secara langsung oleh Bupati Lingga, Alias Wello dengan Ketua KPU Lingga, Julianti serta Ketua Bawaslu Lingga, Zamroni.
Bupati Lingga, Alias Wello dalam sambutannya mengatakan, bahwa dalam rangka mendukung suksesnya pelaksanaan Pilkada, serta agar pemanfaatan dana tersebut bisa terserap dengan baik, dengan harapan terciptanya sukses Pilkada serta sukses pengelolaan keuangan demi mewujudkan Pilkada yang berkualitas.
Untuk itu, Bupati Lingga yang akrab disapa AWe ini menjelaskan, pelaksanaan penandatanganan NPHD, dikemas melalui rapat dengan harapan dalam penyelenggaraan tahapan Pilkada dapat berjalan dengan adil.
“Ini saat yang menentukan bagi kita semua, hari ini kita sudah penandatanganan NHPD, yang sudah kita proses sesuai dengan usulan-usulan dalam pembahasan,” kata Bupati Lingga kepada yang hadir usai melakukan penandatanganan di ruangan rapat Kantor Bupati Lingga, Senin (30/9/2019).
Kedepan, lanjut AWe, pelaksanaan Pilkada merupakan tanggung jawab bersama, bagaimana melaksanakan Pilkada sesuai dengan syarat-syarat yang telah disepakati, segala pelaksanaan rangkaian acara termasuk operasional, karena itu adalah tanggung jawab bersama seperti anggaran.
Dikatakan, untuk teknik pelaksanaan dan pertanggungjawaban pelaksanaan, tentunya proses tersebut, dimulai dengan pengajuan pengajuan bantuan dari pada pembahasan.
“Untuk Provinsi Kepri, ada beberapa kabupaten kota yang melaksanakan Pilkada serentak, kemudian bersamaan dengan itu juga akan ada Pilgub,” terang Bupati Lingga.
AWe mengajak kepada semua yang hadir, agar dapat selalu bergandengan tangan, saling berkomunikasi agar cita-cita dalam membangun Kabupaten Lingga dapat terus terwujud.
“Semua bisa jika kita bersama, semua bisa jika kita bekerja, jangan jadikan pesta Demokrasi sebagai alat pemecah belah persatuan dan kesatuan,” tutupnya. (ACI)







