Dua Dosen UMRAH Latih Remaja Kampung Bugis Bahasa Inggris

Dua dosen UMRAH Program Studi Bahasa Inggris saat memberikan pelatihan mahir berbahasa Inggris kepada remaja Kampung Bugis, di Tanjungpinang, Selasa (24/9). (Foto: pijarkepri.com)

UMRAH tingkatkan kemampuan Bahasa Inggris remaja Kampung Bugis

Dua dosen UMRAH Program Studi Bahasa Inggris saat memberikan pelatihan mahir berbahasa Inggris kepada remaja Kampung Bugis, di Tanjungpinang, Selasa (24/9). (Foto: pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Dua dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Dewi Nopita dan Rona Elfiza melatih remaja di Kelurahan Kampung Bugis, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, meningkatkan kemampuan menggunakan Bahasa Inggris.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMRAH, Dewi Nopita, di Tanjungpinang, Selasa (24/9), mengatakan pelatihan peningkatan menggunakan Bahasa Inggris itu merupakan program pengabdian masyarakat, yang kemudian diberi nama ‘English for Teenager in’ Kampung Bugis.

“Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang remaja yang berdomisili di Kelurahan Kampung Bugis Tanjungpinang,” kata Dewi Nopita.

English for Teenager itu diselenggarakan Dewi Nopita dan Rona Elfiza setiap Jumat dan Sabtu sore, dimulai sejak 6 September 2019 hingga 21 September 2019.

Kegiatan ini berupa klub bahasa Inggris berbasis ‘speaking’ (berbicara,red) sebagai wadah untuk meningkatkan intensitas penggunaan Bahasa Inggris bagi remaja di Kampung Bugis.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris remaja di Kampung Bugis.

Dewi mengatakan, kunci belajar bahasa adalah sering dipraktekan sehingga menjadi kebiasaan, jadi selain belajar di sekolah siswa perlu mempraktekan bahasa tersebut di luar kelas.

“Dalam kegiatan ini peserta dibekali dasar dasar komunikasi dalam bahasa Inggris dimulai dari ‘introducing myself’, ‘introducing other’ ‘people’ dan ‘things around me’ di kampung Bugis,” ujarnya.

Rona mengemukakan, pada kegiatan itu, peserta diberi kesempatan yang lebih banyak untuk berbicara bahasa Inggris, dimulai dari perkenalan diri dan lingkungannya di Kampung Bugis yang juga sebagai daerah wisata.

Kegiatan tersebut lebih banyak menekankan pada aspek ‘listening’ atau mendengar dan berbicara, sesuai dengan teori pemerolehan bahasa atau ‘language acquisition’. Kegiatan ini disertai dengan lagu yang sesuai dengan topik dan ‘game’ bahasa Inggris agar suasana tidak monoton.

Okta, salah seorang warga mengatakan, sebagian besar remaja yang tinggal di Kampung Bugis hanya memperoleh pengajaran Bahasa Inggris di sekolah saja karena di kelurahan ini belum tersedia tempat kursus/les bahasa Inggris ataupun komunitas untuk berbahasa Inggris.

Kursus atau les bahasa Inggris terdekat hanya ada di kota Tanjungpinang dan daerah Bintan Center yang jaraknya cukup jauh dari Kampung Bugis.
Dalam kegiatan ini peserta lebih diarahkan pada berbicara dengan menggunakan Bahasa Inggris.

Rahmat salah seorang peserta kegiatan mengatakan bahwa lagu yang digunakan di kegiatan ini membuatnya lebih mudah belajar Bahasa Inggris.

Dewi selaku ketua penyelenggara kegiatan ini menyampaikan bahwa kelancaran kegiatan ini didukung oleh Lurah Kampung Bugis dan jajarannya.

“Mereka sangat kooperatif dalam pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari izin kegiatan, penyediaan tempat kegiatan dan sarana pendukung serta mengkoordinir peserta yang ikut kegiatan ini, untuk itu kami sangat mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih atas dukungan dan kerja sama beliau,” tuturnya. (ANG)

Editor : Ali Atan Sulaiman

Pos terkait