LAM dan FKUB Bersama Polisi Demonstrasi Pilkada Damai

Sejumlah tokoh agama FKUB, LAM dan Polres Tanjungpinang saat menggelar demonstrasi di Jalan Pasar Kota Lama, Tanjungpinang.
Sejumlah tokoh agama FKUB, LAM dan Polres Tanjungpinang saat menggelar demonstrasi di Jalan Pasar Kota Lama, Tanjungpinang.
Sejumlah tokoh agama FKUB, LAM dan Polres Tanjungpinang saat menggelar demonstrasi di Jalan Pasar Kota Lama, Tanjungpinang.
Sejumlah tokoh agama FKUB, LAM dan Polres Tanjungpinang saat menggelar demonstrasi di Jalan Pasar Kota Lama, Tanjungpinang (humpolrestpi).

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Lembaga Adat Melayu dan sejumlah tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tanjungpinang bersama aparat kepolisian Polres Tanjungpinang menggelar demonstrasi di Pasar Kota Lama Tanjungpinang.

Menyusuri Jalan Merdeka, Tanjungpinang, Sabtu (7/4) pagi, FKUB bersama anggota Polres Tanjungpinang dan pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Tanjungpinang menyerukan kepada masyarakatya untuk cegah hoax dan ikut menyongsong Pilkada damai.

Sejumlah pemflet berisikan selogan dan jargon seruan merekatkan hubungan antara perbedaan suku, ras dan agama itu dipampang seakan-akan bentuk aksi demonstrasi menentang hoax dan isu sara di Pilkada mendatang.

Diantara pamflet tersebut bertuliskan “Dari Dumai ke Tanjungpinang Pilkada damai kita canangkan” ada pula bertuliskan “Berburu kuda ke padang sapana menuju Pilkada Tanjungpinang tanpa celah”, selain itu ada juga tulisan yang menyebutkan “Sukseskan Pilkada Tanpa Hoax”.

“Ini kreatifitas warga diinisiasi oleh FKUB Kota Tanjungpinang, kami mengucapkan terimakasih kepada FKUB Kota Tanjungpinang dengan tokoh agama didalamnya dan ketua LAM Tanjungpinang yang secara aktif mengkampanyekan dan mendeklarasikan ajakan untuk cegah, lawan hoax dan mendukung pilkada damai berkualitas,” kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Ladin Silalahi.

Ia menghimbau kepada masyarakat Tanjungpinang untuk bersama perangi Hoax dan ujaran kebencian terhadap suku, agama, ras dan antar golongan yang ada di media sosial (Medsos).

“Isu hoax dan ujaran kebencian di Medsos bukan lagi isu tapi nyata sehingga mereka, tokoh agama dan ketua LAM Tanjungpinang mendukung Polri untuk bersama-sama berantas hoax dan ujaran kebencian,” ujarnya. (ANG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *