Kapal Bermuatan 105 Penumpang Tenggelam di Perairan Internasional

Personil BNPP Tanjungpinang memetakan pencarian tenggelamnya kapal pengangkut 105 org di perairan Pulau Horsburgh, Malaysia, (foto: basarnas)
Personil BNPP Tanjungpinang memetakan pencarian tenggelamnya kapal pengangkut 105 org di perairan Pulau Horsburgh, Malaysia, (foto: basarnas)
Personil BNPP Tanjungpinang memetakan pencarian tenggelamnya kapal pengangkut 105 org di perairan Pulau Horsburgh, Malaysia, (foto: basarnas)
Personil BNPP Tanjungpinang memetakan pencarian tenggelamnya kapal pengangkut 105 org di perairan Pulau Horsburgh, Malaysia, (foto: basarnas)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Sebuah kapal pengangkut 105 orang dari Bandar Penawar Johor, Malaysia menuju Indonesia, dikabarkan tenggelam di perairan internasional sekitar perairan Pulau Horsburgh, Malaysia, Kamis (19/4/2018) sekira pukul 02.53 waktu setempat.

Hingga saat ini petugas dari Malaysia, Singapura, dan Indonesia dikerahkan untuk melakukan operasi SAR.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Budi Cahyadi membenarkan tenggelamnya kapal pengangkut 105 orang tersebut. Kapal bergerak dari Johor tujuan Bintan, Kepulauan Riau.

Saat ini SAR Indonesia telah menerjunkan petugas untuk membantu melakukan pencarian. Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang menurunkan KN SAR Purworejo menunu lokasi kejadian.

“Kita dapat informasi telah terjadi kecelakaan kapal pengangkut 105 orang. Tapi, kita belum tahu jenis kapal apa, apakah kapal penumpang atau kapal barang,” kata Budi di Tanjungpinang.

Basarnas, Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Tanjungpinang, Badan Keamanan Laut (Bakamla) Batam, Polair Polda Kepri, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Uban menerjunkan unsur-unsur SAR ke lokasi.

“Lantamal IV mengerahkan dua unit KRI, Polair Polda Kepri menggerakan KN Baladewa dan KPLP menggerakan KN Sarotama P112 dan KN Kalimashada P115,” katanya.

Sementara dari unsur Singapura 2 unit kapal Coastguard, satu unit Kapal Police Marine, satu unit Kapal Navy, satu unit Bakamla, sementara unsur Malaysia KM Tegas beranggotakan 30 orang dan Boat Kilat 21.

“Informasi yang kami dapatkan dari Coastguard Singapura sedang pelaksanaan evakuasi korban di atas air ke kapal Singapura,” katanya.

Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *