Rebut Adipura Pemkot Tanjungpinang Bentuk Kelompok Sadar Sampah

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah saat menerima piala Adipura Kota Sedang dari Presiden RI Joko Wododo, diserahkan Menteri LKH Siti Nurbaya, di Jakarta (Foto : Aji/hum/pijarkepri.com)

Wali Kota Tanjungpinang ke 2, Lis Darmansyah saat menerima piala Adipura Kota Sedang dari Presiden RI Joko Wododo, diserahkan Menteri LKH Siti Nurbaya, di Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto : ANG/Hum/pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Upaya mempersiapkan diri untuk merebut kembali Adipura di 2018 dari penilaian pemerintah pusat terus dioptimalkan pemerintah kota Tanjungpinang, salah satunya dengan merencanakan membentuk kelompok masyarakat sadar sampah disejumlah wilayah di kota itu.

Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, saat melaksanakan rapat koordinasi persiapan pantau kedua (P2) Adipura Tahun 2018 di Ruang Rapat Raja Haji Fisabilillah Kantor Walikota Tanjungpinang, Kamis (29/2) mengharapkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dapat membentuk kelompok sadar lingkungan tersebut di setiap kelurahan.

Menurutnya kelompok Sadar Sampah di setiap kelurahan dapat mengubah paradigma masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan khususnya sampah.

“Kelompok ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait masalah kebersihan dilingkungannya masing-masing. Kelompok Sadar Sampah tersebut harus terbentuk misalnya dimulai di Tanjung Unggat, Pelantar 1, 2 dan 3. Harus dibuat komitmen untuk mengawasi persampahan,” ujarnya.

Raja Ariza mengungkapkan terkait sistem persampahan ini harus dikelola secara cepat dan tuntas.

“Perlu adanya sinergitas antara petugas kebersihan dan stakeholder terkait. Agar pengelolaan dan pemanfaatan sampah ini dapat kita lakukan secara cepat,” jelasnya.

Sementara Kepala DLH, Yusswandi, memaparkan tentang persiapan pantau 2 Adipura. Pantau 1 yang dilakukan pada November sudah berhasil lolos dg nilai 75,61.

Ia mengatakan Tim Pantau 2 tersebut akan ke Tanjungpinang untuk melakukan penilaian pada tanggal 8-13 Maret 2018.

“Namun dibeberapa tempat dan titik pantau terdapat nilai dibawah 75. Kita harus atur strategi untuk memperbaikinya,” ujarnya.

Selain itu terdapat beberapa titik pantau yang masih dibawah rata-rata, misalnya penataan Ruang Terbuka Hijau di Jalan Teuku Umar, Penataan Trotoar di Jalan Ahmad Yani, Jalan Tugu Pahlawan, dan Jalan Adi Sucipto.

Kemudian wilayah pemukiman pesisir yang terdapat pasang surut air seperti  di wilayah Tanjung Unggat yang merupakan wilayah yang menjadi fokus persampahan.

Kemudian di sarana pendidikan, di SMPN 4 terkait pengomposan dan pemanfaatannya. Untuk DLH sendiri lebih ditekankan pada aspek penghijauan.

“Jika semua itu telah tercapai di atas ambang nilai maka Adipura akan kembali diraih,” ungkapnya. (ANG)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top