PIJARKEPRI.COM – Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Lis Darmansyah, S.H. dan Wakil Wali Kota Drs. Raja Ariza, menjadikan dinamika pembangunan di Kota Tanjungpinang menunjukkan arah yang dinilai semakin terukur.
Di tengah tekanan fiskal nasional yang berdampak langsung terhadap keuangan daerah, duet dengan visi “Tanjungpinang BIMASAKTI” itu dinilai tetap mampu menjaga stabilitas sekaligus menorehkan sejumlah capaian strategis.
Penilaian tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Tanjungpinang, Sandy Faisal, S.H., yang juga tergabung dalam Tim Pemenangan Koalisi Partai pendukung Lis-Raja pada Pilkada Serentak 2024.
Menurut Sandy, satu tahun pertama pemerintahan Lis-Raja diwarnai tantangan berat akibat penurunan dana transfer pusat sebesar 8,7 persen yang berimbas pada turunnya APBD Kota Tanjungpinang Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp55,62 miliar dibanding APBD Perubahan 2025.
“Kondisi fiskal nasional saat ini memang sedang mengalami tekanan. Dampaknya langsung terasa ke daerah, termasuk Kota Tanjungpinang. Namun di tengah keterbatasan itu, Lis–Raja tetap mampu memprioritaskan program-program yang menyentuh langsung masyarakat,” ujar Sandy, di Tanjungpinang, Selasa (24/2/2026)
Tekanan Fiskal dan Strategi Adaptif
Sandy menilai, penurunan dana transfer pusat bukan hanya persoalan teknis anggaran, melainkan tantangan kepemimpinan.
Dalam konteks ini, ia melihat Lis-Raja memilih strategi adaptif dengan menjaga belanja prioritas pada sektor pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta pengentasan kemiskinan.
“Justru di saat fiskal terbatas, kualitas kepemimpinan diuji. Kita melihat keberanian melakukan efisiensi, penajaman program, serta digitalisasi tata kelola agar belanja lebih tepat sasaran,” katanya.
Ia menambahkan, situasi keuangan negara yang sedang melakukan penyesuaian belanja dan konsolidasi fiskal pasca tekanan global turut memengaruhi ruang fiskal daerah. Karena itu, menurutnya, sinergi pusat dan daerah menjadi krusial agar agenda pembangunan tetap berjalan.
IPM Tinggi, Kemiskinan Menurun
Di sektor pembangunan manusia, Tanjungpinang mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berstatus “sangat tinggi” (lebih besar dari 80) selama 2023–2025, dengan rata-rata pertumbuhan 0,51 persen per tahun.
Berdasarkan data yang dia peroleh dari Pemerintah Kota Tanjungpinang pada Tahun 2025, IPM Kota Tanjungpinang berada di peringkat kedua kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau.
Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan Rata-rata Lama Sekolah sebesar 1,22 persen dan Umur Harapan Hidup sebesar 0,48 persen.
Sementara itu, jumlah penduduk miskin pada periode 2024–2025 turun menjadi 13.470 jiwa atau berkurang 1.920 orang dibanding tahun sebelumnya.
Menurut Sandy, hal itu dapat dilihat dari upaya Pemerintah Kota Tanjungpinang merealisasikan anggaran Rp80,07 miliar APBD dan Rp44,53 miliar dari APBN untuk program pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem pada tahun 2025.
“Penurunan hampir dua ribu jiwa dalam setahun itu bukan angka kecil. Artinya ada intervensi nyata, baik dalam pengurangan beban pengeluaran maupun peningkatan pendapatan masyarakat,” jelas Sandy.
Hal itu juga dapat dilihat dari, sebanyak 1.828 kader posyandu menerima insentif dengan total Rp3,3 miliar sebagai bentuk penguatan layanan dasar masyarakat.
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Di bidang pendidikan, program seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa kelas I SD dan VII SMP negeri maupun swasta direalisasikan dengan anggaran Rp2,82 miliar.
Program tersebut mencakup LKS, seragam OSIS, batik, olahraga, baju kurung, sepatu, dan tas.
Selain itu, berdirinya Sekolah Rakyat Terintegrasi 33 pada 30 September 2025 menjadi terobosan penting, dengan kapasitas 100 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Di sektor kesehatan, layanan pengobatan gratis di seluruh puskesmas selama setahun serta program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Anak Sekolah memperkuat orientasi pelayanan publik.
“Ini bentuk konkret visi ‘Melayani’ dalam BIMASAKTI. Pendidikan dan kesehatan adalah investasi jangka panjang,” kata Sandy.
Investasi Melampaui Target
Stabilitas ekonomi daerah juga terjaga dengan inflasi year-on-year dan year-to-date per Desember 2025 tercatat 2,75 persen, dengan Indeks Harga Konsumen 108,64. Realisasi investasi bahkan melampaui target, yakni 107 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 125 persen pada 2025.
Menurut Sandy, capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau itu.
“Di tengah tekanan fiskal nasional, realisasi investasi yang melampaui target adalah sinyal positif. Artinya, kebijakan pemerintah kota dinilai memberikan kepastian dan kemudahan berusaha,” ujarnya.
Digitalisasi dan Integritas Tata Kelola
Kader banteng moncong putih itu juga mengutarakan bahwa, Lis-Raja juga mendorong digitalisasi pemerintahan, termasuk pengembangan aplikasi pendataan Kartu BIMA SAKTI untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, serta pembentukan CSIRT sebagai tim tanggap insiden siber pemerintah daerah.
Sedangkan di bidang keagamaan, insentif senilai Rp895 juta disalurkan kepada imam, penjaga rumah ibadah, guru TPA/TQ, guru sekolah Kristen dan Buddha, petugas fardu kifayah, serta pembimbing keagamaan.
Program wajib mengaji dengan sertifikat sebagai syarat masuk sekolah turut diluncurkan untuk membina karakter generasi muda.
Sederet penghargaan nasional pun diraih, mulai dari Juara II Trisakti Tourism Award 2025 kategori wisata sejarah untuk destinasi Pulau Penyengat, hingga capaian keterbukaan informasi publik terbaik kedua tingkat Provinsi Kepri 2025.
Analisa: Fondasi Menuju 2030
Sebagai bagian dari partai koalisi pendukung, Sandy menegaskan bahwa capaian satu tahun ini merupakan fondasi awal menuju Tahap I Pembangunan 2026, dengan target 2030 menjadikan Tanjungpinang sebagai kota yang berbudaya, indah, melayani, aman, sejahtera, agamis, kreatif, berteknologi, dan berintegritas.
“Ke depan, tantangan fiskal kemungkinan masih dinamis. Namun jika konsistensi kebijakan, efisiensi anggaran, dan inovasi tetap dijaga, saya optimistis Tanjungpinang bisa tetap tumbuh meski ruang fiskal terbatas,” ujarnya.
Ia menekankan, kepemimpinan daerah hari ini bukan hanya soal ekspansi program, melainkan kemampuan menjaga keseimbangan antara stabilitas keuangan, pelayanan publik, dan pembangunan jangka panjang.
“Setahun ini menunjukkan arah yang jelas. Perubahan itu tidak instan, tetapi berjalan pelan, terukur, dan menyentuh masyarakat. Itu yang paling penting,” pungkas pria yang akrab disapa Icay ini.
Pewarta : Aji Anugraha







