Kader Golkar Novaliandri Fathir: Di Tengah Tekanan Fiskal, Lis–Raja Tetap Jaga Arah dan Prestasi Tanjungpinang

(Kiri) Ketua Komisi III DPRD Tanjungpinang, Novaliandri Fathir (Kanan) Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, dalam suatu kesempatan. (Foto: doc_Novaliandri Fathir)
(Kiri) Ketua Komisi III DPRD Tanjungpinang, Novaliandri Fathir (Kanan) Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, dalam suatu kesempatan. (Foto: doc_Novaliandri Fathir)

PIJARKEPRI.COM – Kepemimpinan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, dan Wakil Wali Kota Raja Ariza, memimpin ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, genap satu tahun.

Di tengah tekanan fiskal akibat pemangkasan dana transfer pusat, duet yang diusung Koalisi Partai Pendukung pada Pilkada 2024 itu dinilai tetap mampu menjaga ritme pembangunan dan stabilitas daerah.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang, Novaliandri Fathir, yang juga bagian dari Tim Pemenangan Koalisi Partai Golkar pendukung Lis–Raja, menegaskan tahun pertama pemerintahan Lis-Raja bukan periode yang mudah.

Ia mengatakan, penurunan APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp55,62 miliar dibanding APBD Perubahan 2025, berimbas pada kebijakan efisiensi pusat dengan pemangkasan dana transfer daerah senilai 8,7 persen. Hal itu, memberi tekanan nyata pada ruang fiskal daerah.

“Dalam situasi keuangan negara yang sedang melakukan penyesuaian dan berdampak langsung pada daerah, termasuk Tanjungpinang, Lis–Raja mampu menjaga prioritas. Belanja difokuskan pada program yang menyentuh langsung masyarakat,” ujar Novaliandri.

 

Fathir menilai, kemampuan mengelola keterbatasan menjadi ujian kepemimpinan. Di tengah ruang fiskal yang menyempit, pemerintah kota tetap mencatatkan sejumlah indikator makro yang positif.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tanjungpinang periode 2023–2025 berstatus “sangat tinggi” dengan rata-rata pertumbuhan 0,51 persen per tahun, bahkan menempati peringkat kedua kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau pada 2025. Rata-rata lama sekolah dan umur harapan hidup juga menunjukkan tren meningkat.

Stabilitas ekonomi turut terjaga. Inflasi year-on-year per Desember 2025 terkendali di angka 2,75 persen dengan realisasi investasi melampaui target, yakni 107 persen pada 2024 dan melonjak menjadi 125 persen pada 2025.

“Ini sinyal bahwa kepercayaan pelaku usaha tetap ada. Artinya, tata kelola dan iklim investasi berjalan baik,” kata kader Golkar itu.

Dalam aspek sosial, Novaliandri menyoroti penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan. Sepanjang 2024–2025, jumlah penduduk miskin turun menjadi 13.470 jiwa atau berkurang 1.920 orang dibanding tahun sebelumnya.

Total anggaran pengentasan kemiskinan mencapai Rp80,07 miliar dari APBD dan Rp44,53 miliar dari APBN. Intervensi dilakukan melalui pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan warga, hingga pemberdayaan berbasis komunitas.

Program konkret seperti seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa kelas I SD dan VII SMP, layanan berobat gratis di puskesmas, hingga pendirian Sekolah Rakyat Terintegrasi 33 menjadi bukti orientasi pelayanan publik tetap berjalan.

Insentif keagamaan bagi imam, guru TPA/TQ, serta petugas rumah ibadah juga dinilai memperkuat dimensi sosial-keagamaan dalam visi pembangunan.

Di sisi lain, Novaliandri tak menampik adanya beban historis berupa kewajiban keuangan dari periode sebelumnya.

Namun, ia menyebut Lis–Raja mampu menyelesaikan secara bertahap tanpa mengorbankan program prioritas.

“Ini yang saya sebut kepemimpinan yang tenang dan terukur. Hutang daerah dicicil, program tetap jalan, dan prestasi tetap dikejar,” tegasnya.

Berdasarkan data Diskominfo Tanjungpinang deretan penghargaan nasional diraih pasangan Lis-Raja, yakni mulai dari Trisakti Tourism Award 2025 kategori wisata sejarah untuk Pulau Penyengat, capaian surveilans penyakit menular dari Kementerian Kesehatan, hingga peringkat kedua Keterbukaan Informasi Publik tingkat Provinsi Kepri 2025.

“Ini menjadi indikator bahwa kerja pemerintahan tidak stagnan meski fiskal tertekan,” ungkapnya.

Secara politik dan pemerintahan, Novaliandri memandang tahun pertama Lis-Raja adalah fase konsolidasi fondasi.

Di tengah kebijakan efisiensi nasional dan tekanan terhadap keuangan negara, kemampuan menjaga stabilitas daerah, membayar kewajiban masa lalu, serta mempertahankan capaian kinerja menjadi ukuran kepemimpinan yang adaptif.

Menurut Fathir, tentu tantangan Pemerintah Kota Tanjungpinang ke depan masih ada. Tetapi satu tahun ini menunjukkan arah yang jelas. Dengan keterbatasan anggaran, Lis-Raja tetap bisa bekerja efektif.

“Bagi saya, itu bukti bahwa Lis Darmansyah dan Raja Ariza adalah pemimpin yang mampu menjawab keadaan,” pungkasnya.

Pewarta : Aji Anugraha
Editor : Tigor

Pos terkait