Weni Ajak Refleksi Perjuangan Pahlawan Bangsa Melayu Sempena Hari Jadi Kota Tanjungpinang Ke-239

Ketua DPRD Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, saat menyematkan kain kuning di nisan para tokoh pejuang dan pahlawan bangsa melayu, di Tanjungpinang saat ziarah sempena HUT Tanjungpinang ke-239, Kamis (5/1/2023)
Ketua DPRD Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, saat menyematkan kain kuning di nisan para tokoh pejuang dan pahlawan bangsa melayu, di Tanjungpinang saat ziarah sempena HUT Tanjungpinang ke-239, Kamis (5/1/2023)

PIJARKEPRI.COM – Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni mengajak semua pihak untuk mengingat kembali (Refleksi) perjuangan para pahlawan-pahlawan bangsa melayu-bugis dan tokoh, dalam memperjuangkan daerah yang kini kita kenal dengan Kota Tanjungpinang.

Hal itu disampaikan wanita yang akrab disapa Weni itu, usai berziarah bersama Forkompinda Tanjungpinang, Kepri ke sejumlah makam-makam para pahlawan dan leluhur bangsa Melayu-Bugis, di Tanjungpinang, sempena menyambut hari jadi Kota Tanjungpinang ke 239, Kamis (5/1/2023)

Berziarah ke makam-makam pahlawan dan tokoh pejuang pembela bangsa dan tanah air telah menjadi rutinitas pemerintah daerah di Kepulauan Riau dalam setiap perayaan hari jadi kabupaten kota, di Kepulauan Riau.

Weni mengatakan, semua pihak perlu mengingat kembali bahwa dengan peringatan hari jadi Kota Tanjungpinang sebagai bentuk refleksi nilai-nilai perjuangan dari para pahlawan-pahlawan Bangsa Melayu dalam rangka untuk memperjuangkan daerah saat pada masa-masa melawan penjajahan.

Perjuangan para pejuang kala itu dinilai memiliki nilai-nilai kebangsaan yang masih bersifat kedaerahan.

“Para pahlawan dan para pejuang saat itu melawan bangsa penjajahan dalam rangka untuk mewujudkan kemandirian daerah dan tidak mau di atur dan ditindas oleh bangsa penjajah,” kata Weni.

Ia mengungkapkan, perjuangan para pahlawan dan tokoh saat itu memiliki tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang tidak diatur oleh penjajah.

“Sebagaimana sejarah ditetapkannya hari jadi Kota Tanjungpinang, yaitu sejarah perjuangan Yang Dipertuan Muda Riau ke IV Raja Haji Fisabilillah yang memimpin perang riau 1782-1784,” ujarnya.

Weni mencoba menceritakan sejarah mencatat dimana pasukan Kerajaan Riau berhasil mengalahkan pasukan Belanda dengan menghancurkan Kapal Malakas Walvafren pada tanggal 6 Januari 1984.

“Yang mana saat ini tanggal 6 Januari ditetapkan sebagai hari jadi Kota Tanjungpinang,” ungkapnya.

Ia mengatakan, dengan diperingatinya hari jadi Kota Tanjungpinang ke 239 sebagai bentuk untuk memberikan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan dalam rangka menciptakan kenyamanan, kebersamaan, kesadaran, dan tanggung jawab untuk menjaga kepentingan daerah.

Selian itu peringatan hari jadi Kota Tanjungpinang, perlu kiranya semua pihak merawat nilai-nilai budaya bangsa melayu yang sangat agamis, toleransi dalam kehidupan bermasyarakat dengan falsafah-falsafah hidup para pahlawan-pahlawan bangsa melayu saat itu.

“Untuk itu, hal tersebut tercermin dengan rangkaian kegiatan hari jadi Kota Tanjungpinang ke 239 di awali dengan berziarah ke makam-makam para pahlawan dan leluhur bangsa Melayu-Bugis dan selanjutnya tentu dengan dilanjutkan aktifitas sosial kemasyarakatan lainnya,” ujarnya.

Weni mengatakan, semoga dengan peringatan hari jadi Kota Tanjungpinang Ke-239 ini semua pihak selalu meneladani nilai-nilai perjuangan yang diimplementasikan dalam bentuk menumbuhkembangkan rasa kerukunan dan persatuan yang penuh toleransi dalam melahirkan Kota Tanjungpinang.

“Semoga Kota Tanjungpinang dapat menjadi Negeri Baldatun, thayyibatun wa rabbun ghafur, yaitu negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduk nya,” ungkapnya.

Dalam ziarah makam para pahlawan dan tokoh, sempena peringatan Hari Jadi ke 239 Kota Tanjungpinang kali ini, Ketua DPRD Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni didampingi anggota DPRD Tanjungpinang, Rini Pratiwi dan Mimi Betty Wilingsih, beserta rombongan Forkopimda Tanjungpinang dan Kepri.

Mereka berziarah ke makam-makam tokoh pejuang dan pahlawan dari Kepulauan Riau, di Tanjungpinang.

Makam-makam yang dikunjungi diantaranya makam Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah yang terletak di Km VI Kampung Melayu, kemudian ke makam Daeng Marewa dan Daeng Celak di Istana Kota Piring, Pulau Biram, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Terakhir rombongan berlabuh ke Pulau Penyengat untuk berziarah ke Makam Raja Haji Fisabilillah, Engku Putri Raja Hamidah dan Raja Ali Haji.

Penulis: Aji Anugraha

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *