Bintan  

Anak Tambelan Terbengkalai di Kalimantan karena Kartu BPJS Kesehatan Tak Kunjung Terbit

Ilustrasi

PIJARKEPRI.COM – Afriandy, seorang anak usai 8 tahun asal Desa Kukup, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepri dikabarkan sudah dua minggu hingga saat ini, Selasa (1/12/2020) terbengkalai di Rumah Sakit Abdul Ajis, Sengkawang, Kalimantan Barat lantaran tak dapat dirujuk ke Rumah Sakit lain.

Afriandy adalah anak bungsu pasangan Rudi Hartono dan Lili Hartati merupakan pasien penderita kangker rahang dari keluarga tergolong tidak mampu, di Bintan yang harus mendapatkan penanganan medis berupa kemoterapi terapi.

Pemerintah Kabupaten Bintan merujuk Afriandy ke Rumah Sakit Abdul Ajis, Singkawang, Kalimantan Barat sejak dua minggu lalu. Pemkab Bintan sejak lama menjalin kerjasama dengan RS Abdul Ajis, Kalimantan Barat.

Wakil Rakyat Bintan M Najib, mengatakan Afriandy tak mendapatkan penanganan khusus di RS Abdul Ajis, Kalimantan Barat lantaran di rumah sakit tersebut tak memiliki alat medis kemo terapi. Afriandy harus di rujuk ke rumah sakit lain di Kalimantan dengan syarat keluarga harus melengkapi BPJS Kesehatan.

Najib mengatakan, telah mengurus segala keperluan administrasi BPJS Kesehatan Afriandy sejak 20 November 2020 di kantor BPJS Kesehatan Bintan melalui rekomendasi Dinas Sosial Bintan.

Namun, hingga saat ini, Selasa (1/12/2020), kartu kepesertaan BPJS Afriandy tak kunjung diterbitkan pihak BPJS Kesehatan Bintan. Dia menilai BPJS Kesehatan Bintan tak serius menangani persoalan pengurusan kepersertaan BPJS Kesehatan warga Bintan yang bersifat mendesak.

“Kami sudah menyerahkan seluruh berkas kelengkapan administrasi BPJS Kesehatan anak ini ke kantor BPJS Kesehatan Bintan dari 20 November 2020. Tapi, kenapa hari ini kartu BPJS Kesehatan anak ini tak kunjung selesai dengan alasan, petugas BPJS kesehatan yang mengurus sakit, ini kan tidak masuk akal,” kata Najib kepada pijarkepri.com.

Najib, yang juga merupakan Ketua Komisi III DPRD Bintan itu meminta agar Kepala BPJS Kesehatan Bintan memprioritaskan penanganan urusan masyarakat Bintan, terlebih persoalan mendesak seperti kasus Afriandy.

“Saya sudah sampaikan kepada Kapala BPJS Kesehatan Bintan, untuk segera membantu menyelesaikan pengurusan BPJS Kesehatan, kepersertaan Afriandy yang sangat mendesak. Kami disuruh datang hari ini, Senin (1/12/2020) untuk mengambil kartunya, segala administrasinya sudah kami lengkapi, Tapi, ketika kami datang dia malah bilang belum bisa hari ini, ini namanya tak serius,” ungkapnya, kesal.

Najib mengharapkan agar mereka yang ditempatkan sebagai Kepala BPJS Kesehatan Bintan agar serius menangani persoalan kepengurusan BPJS kesehatan penduduk Bintan. “Kalau tak serius ganti saja, kami butuh Kepala BPJS yang peduli dengan masyarakat,” ujarnya.

Dikonfirmasi, Kepala BPJS Kesehatan Bintan Anggi, mengatakan tidak dapat memberikan keterangan terkait persoalan tersebut. Dia menyarankan agar pijarkepri.com menghubungi Humas BPJS Kesehatan Bintan.

“Pak nanti kalau masalah pemberitaan ini kami gak bisa memberikan keterangan kecuali orang humas. Bapak hubungi saja orang humas,” katanya, dihubungi.

Hingga saat ini, Afriandy bocah 8 tahun masih menunggu kepastian penanganan medis untuk derita yang tengah dia alami lantaran soal kartu BPJS Kesehatan yang tak kunjung diselesaikan pihak BPJS Kesehatan Bintan.

Sedangkan pihak BPJS Kesehatan Bintan belum memberikan kepastian kapan kartu kepersertaan BPJS Kesehatan Afriandy dapat terbit.***

Pewarta : Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *