Lingga  

Dua ASN Pemkab Lingga Dinyatakan Positif Terpapar Covid-19

Ilustrasi
Ilustrasipoa

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Dua orang Aparatur Negeri Sipil (ASN) Pemerintah Kabupaten Lingga dinyatakan positif tertular Corona, ini diketahui setelah keduanya melakukan swab TCM di RSUP Raja Ahmad Tabib Kepulauan Riau (Kepri), pada Jumat (11/9/2020) kemarin.

Berdasarkan data yang berhasil di peroleh kedua ASN tersebut yakni, seorang pria berinisial MA (60) dan wanita berinisial M (49). Keduanya merupakan pasangan suami istri, yang berdomisili di perumahan Bukit Cening, Daik, Lingga.

Juru bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga, Wirawan Trisna Putra mengatakan, MA ditetapkan sebagai pasien 02. Ia mengatakan, MA memiliki riwayat perjalanan ke Pekanbaru, Provinsi Riau, sebelum dinyatakan positif Covid-19.

Ia menjelaskan, MA berangkat ke Pekanbaru pada tanggal 17 Agustus yang lalu, dan kembali ke Lingga pada 27 Agustus, dari Pekanbaru, Tn. MA berangkat menggunakan pesawat ke Bandara Dabo Singkep.

“Pada tanggal 31 Agustus, yang bersangkutan menuju IGD RSUD Encek Mariyam Daik, dengan keluhan lemah, batuk kering sesekali, kemudian dilakukan Rapid Tes Antibodi oleh Analis Laboratorium dengan hasil non reaktif,” kata Wirawan saat dihubungi Pijarkepri.com, Minggu (13/9/2020).

Kendati hasil tes menunjukkan non reaktif atau negatif, tim surveilans RSUD Encek Mariyam tetap berkoordinasi dengan Puskesmas Daik, untuk melakukan pemantauan karantina mandiri selama 14 hari kedepan.

Katanya lagi, pada tanggal 4 September 2020, tim melakukan pemantauan ke rumah Tn. MA, dengan keluhan batuk berkurang dan badan sudah tidak lemas, suhu tubuh 36,9 derajat Celcius, serta batuk sesekali dan berdahak.

“Pada tanggal 5 September dilakukan kunjungan rumah oleh tim surveilans Puskesmas Daik dan dilakukan pemeriksaan Rapid Tes Antibodi kembali, dengan hasil non reaktif, suhu tubuh 36,4 derajat dan tidak ada keluhan tambahan,” terangnya.

Kemudian, tepat pada tanggal 6 September yang bersangkutan mengeluh agak lemah dan suhu tubuh mencapai 35,9 derajat, selanjutnya pada tanggal 9 September, Tn. MA mendatangi IGD RSUD Encek Mariyam dengan kondisi tubuh yang masih lemah dan batuk-batuk.

Melihat kondisi demikian, Tn. MA pun dianjurkan untuk rujuk, pada malam harinya, tepat pada tanggal 10 September, yang bersangkutan minta dijemput ke RSUD Encek Mariyam Daik, dari kediamannya, setelah dilakukan Rapid Tes Antibodi, hasilnya menunjukkan reaktif Covid-19.

“Pada tanggal 11 September, pukul 10.00 WIB, Tn. MA dirujuk ke RSUP Raja Ahmad Tabib di Tanjungpinang dengan status suspek Corona dan menggunakan protokol Covid-19, setelah tiba di RSUP, dilakukan swab TCM oleh RSUP hasilnya positif Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, Ny. M merupakan istri dari Tn. MA yang ditetapkan sebagai pasien 03, juga ikut melakukan perjalan bersama Tn. MA ke Pekanbaru. Pada tanggal 4 September, Ny. M mengeluh demam, dan dilakukan kunjungan rumah oleh tim surveilans Puskesmas Daik, dengan suhu 38,3 derajat, tanpa keluhan tambahan.

Pada tanggal 5 September, suhu tubuh yang bersangkutan kembali normal. Namun, pada tanggal 9 September mengeluh batuk dan lemah. Pada tanggal 11 September, pukul 10.00 WIB, Ny. M juga dirujuk ke RSUP Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang dengan status suspek Covid-19 dan menggunakan protokol covid-19.

“Pada sorenya setelah di tes swab TCM, hasilnya juga positif Corona,” paparnya.

Berdasarkan konfirmasi kasus diatas, yang dilakukan tracking oleh tim surveilans Dinas Kesehatan, Puskesmas Daik serta RSUD Encek Mariyam, didapat hasil 24 orang kontak erat dalam kondisi sehat dan telah dilakukan pengambilan spesimen swab tes-pcr H-1, pada 12 September dan akan dilakukan pengambilan H-2 pada 13 September, untuk selanjutnya dikirim ke BTKLPP Kelas I Batam. (Rls/Aci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *