22 Calon Pengantin di Lingga Nikah di Kantor KUA Antisipasi Covid-19

KUA Singkep Imbau Catin Nikah di Kantor Sesuai Edaran Kemenag

Muhammad Razeb, Kepala KUA Dabo Singkep.

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga mengimbau para Calon Pengantin (Catin) untuk melaksanakan pernikahan di kantor KUA setempat sesuai dengan edaran yang sudah dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag).

Kepala KUA Kecamatan Singkep, Muhammad Razeb, di Lingga, Senin mengatakan upaya itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Lingga.

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag, telah mengeluarkan Surat Edaran terkait imbauan aturan pelayanan pencatatan nikah di KUA dan diluar KUA pasca antisipasi wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Adapun imbauan Dirjen Bimas Islam Kemenag tersebut, pertama, membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang.

Kedua, Catin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi akad nikah harus telah membasuh tangan dengan sabun/hand sanitizer dan menggunakan masker.

Ketiga, Petugas, wali nikah dan catin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab Qabul. dan Keempat, Bagi pelayanan nikah di luar KUA dianjurkan agar dilakukan di ruang terbuka atau berventilasi sehat.

Muhammad Razeb mengatakan, sesuai edaran Kemenag, KUA Kecamatan Singkep tetap melayani pernikahan di kantor KUA dan di rumah. KUA melarang masyarakat menggelar resepsi untuk sementara waktu.

KUA Kecamatan Singkep mendata terdapat 22 Catin yang melaksanakan pernikahan di KUA Dabo Singkep. Pernikahan di kantor KUA juga di batasi dengan beberapa ketentuan.

“Untuk pernikahan di rumah atau di kantor tetap kita layani, hanya ketentuannya yang kita batasi, kita minta yang hadir tidak lebih dari 10 orang,” ungkapnya.

Kemudian, dalam pelaksanaan pernikahan harus diruang terbuka, serta dianjurkan kepada petugas dan Catin untuk mencuci tangan, menggunakan masker dan sarung tangan.

“Untuk pernikahan di rumah saat ini belum ada yang mengajukannya, mungkin mereka menghindari penyebaran Covid ini,” ujarnya.

Razeb mengatakan, untuk April 2020 yang akan datang, rata-rata para Catin menunda penikahannya. “Sementara untuk pernikahan yang dilaksanakan di kantor masih tetap seperti biasa dan kita layani,” katanya.

Sedangkan sepanjang Maret 2020, KUA Singkep mendata, kebanyakan para Catin yang awalnya akan melaksanakan pernikahan di rumah mengalihkan pelaksanaan nikah mereka di kantor, mengingat resepsi pernikahan masih dilarang.

“Untuk warga yang jika saat ini memang mesti melaksanakan atau akan melangsungkan pernikahan, hendaknya mengkuti surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Kemenag, baik itu di kantor maupun di rumah, jika memang sanggup kita laksanakan,” terangnya. (Aci)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *