Dinkes: Peserta Vasektomi Tidak Dipungut Biaya

Kepala Puskesmas Dabo Lama, dr. Yan Cahyadi Anas, saat menerangkan kepada peserta Vasektomi.

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Lingga, menggelar Sosialisasi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Pria, di Gedung Keluarga Berencana Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Jumat (21/2).

Kepala Puskesmas Dabo Lama, dr. Yan Cahyadi Anas, yang merupakan sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi MKJP ini mengatakan,
metode kontrasepsi pria ini melalui Vasektomi.

Vasektomi adalah bedah untuk sterilisasi pria, berupa pengikatan dan pemotongan saluran benih, yang dilakukan di klinik dengan tenaga dokter kompeten dan peralatan serta BHP lengkap.

Ia menjelaskan, adapun syarat untuk mendapatkan pelayanan Vasetsomi, klien atau calon peserta harus secara sukarela menerima pelayanan yang artinya, secara sadar dan atas kemauan dan keinginan sendiri memilih vasektomi sebagai cara kontrasepsinya.

Klien juga bahagia, artinya klien terikat dalam perkawinan yang sah dan harmonis dan telah mempunyai anak hidup dan sehat minimal 2 orang, dengan umur minimal anak terkecil 2 tahun, serta umur istri sekitar 25 tahun.

“Selain itu, klien juga sehat tidak menderita penyakit yang merupakan kontra indikasi dalam tindakan medis kontap, seperti tidak menderita penyakit kencing manis dan jantung,” kata dr. Yan saat sosialisasi MKJP di Gedung BKKBN Kelurahan Dabo, Jumat (21/2/2020).

Vasektomi, lanjut dr. Yan, dapat dilakukan kapan saja, setiap saat bila klien sudah menginginkan
dan memenuhi syarat, juga sukarela.

Bahagia dan sehat merupakan bedah vasektomi tanpa pisau dan lama tindakan hanya 10-30 menit serta bius lokal, sehingga tidak perlu rawat inap, dan untuk penyembuhan bekas luka sekitar 4-5 hari, yang terpenting tidak boleh kena air.

Ada rumor mengatakan vasektomi akan menyebabkan Impoten dan menghilangkan gairah, dr Yan menyebutkan ini tidak Benar, karena kejantanan pria sama sekali tidak dipengaruhi oleh tindakan vasektomi, dan tidak sama dengan kebiri.

“Vasektomi atau pemotongan saluran benih, dapat dilakukan penyambungan kembali (Rekanalisasi) dengan teknik bedah mikro dapat dilakukan oleh dokter spesialis urologi, namun seyogyanya Pria yang telah mantap memilih vasektomi sebagai cara kontrasepsinya tidak memerlukan pelayanan rekanalisasi di kemudian hari,” tutupnya.

Sementara itu, Eliyati, Kepala seksi keluarga berencana, ketahanan, kesejahteraan keluarga, Dinkes-PPKB Kabupaten Lingga menuturkan, bagi masyarakat Lingga yang ingin menjadi calon peserta vasektomi, dapat mendaftar kapan saja dengan syarat calon peserta dalam keadaan sehat, tidak menderita penyakit yang merupakan kontra indikasi serta terikat dalam perkawinan.

“Vasektomi saat ini dilakukan di Batam, bagi calon peserta tidak dipungut biaya apapun, mulai dari keberangkatan hingga hotel tempat menginap dan bedah, semuanya sudah ditanggung atau gratis,” imbuhnya. (Aci)