Melintas Hulu Sungai Riau Mengunjungi Makam Daeng Marewah

Cagar budaya makam Daeng Marewah di hulu Sungai Riau, Tanjungpinang, Kepri. (Foto: aji anugraha)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Hulu sungai Riau atau disebut dengan alur sungai carang Tanjungpinang, Kepulauan Riau merupakan salahsatu jalur tempuh untuk sampai di komplek makam Daeng Marewah.

Berdasarkan catatan sejarah Kerajaan Riau-Lingga, Daeng Marewah adalah Yang Dipertuan Muda I dari Kesultanan Johor (kemudian menjadi Kesultanan Lingga).

Setelah memenangkan perang melawan Raja Kecik, Sultan Sulaiman Badrul’alam Syah Sultan Johor pada saat itu, maka ia mengangkat Daeng Marewa sebagai Yang Dipertuan Muda Riau I (1721-1729), bergelar Kelana Jaya Putera.

Yang Dipertuan Muda adalah sebuah jabatan yang setingkat dengan Perdana Menteri berkuasa penuh, dimana segala wewenang dan urusan pemerintahan berada dalam kekuasaannya.

Lokasi makam Daeng Marewah dapat ditempuh menggunakan jalur laut maupun darat. Untuk menggunakan jalur laut, pelabuhan yang dapat mengantarkan pengunjung tersedia di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Pelantar 1-2, Pelabuhan Kampung Bugis, Senggarang dan Pelabuhan Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

Komplek makam Daeng Marewah merupakan salahsatu cagar budaya dilindungi Pemerintah Surat Keputusan Walikota Tanjungpinang Nomor 278 tahun 2014.

Saat menuju ke cagar budaya ini, deretan hutan mangrove dan jembatan Sungai Carang menjadi objek menarik bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu berwisata religi.

Aktivitas bongkar muat kapal dan pemukiman penduduk menjadi spot foto terbaik keaslian sejarah Tanjungpinang dahulu.

Komplek cagar budaya dan situs bersejarah makam Daeng Marewah berada pada tepian hulu sungai carang. Di makam tersebut terdapat beberapa makam kerabat Daeng Marewah yang tersusun rapi. Bagi pengunjung yang ingin beribadah tak jauh dari makam tersedia masjid.

(Redaksi)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *