
PIJARKEPRI.COM, Lingga – Agar bersinergi dengan pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kabupaten Lingga, Dinas kebudayaan Kabupaten Lingga kunjungi Kecamatan Temiang Pesisir, Minggu (22/9/2019).
Kunjungan tersebut, untuk memenuhi jemputan pengurus LAM Kepri Kecamatan Temiang Pesisir guna pendampingan kegiatan pelatihan tata cara adat perkwinan melayu, kegiatan ini juga disejalankan dengan pembentukan sanggar seni.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Muhammad Ishak mengatakan, kita memberikan apresiasi kepada Camat Temiang Pesisir, atas perhatian dan motivasinya untuk memajukan LAM dan seni budaya melayu di kecamatannya sangat tinggi.
Ishak menjelaskan, baru beberapa minggu saja LAM Temiang Pesisir dibentuk serta dikukuhkan, namun sudah lansung action dengan membuat kegiatan platihan yang meminta LAM dan Disbud Kabupaten Lingga sebagai narasumber.
“Begitu juga dengan rencana pembentukan sanggar seni, Camat Temiang Pesisir telah berkali-kali berharap segera terbentuk, untuk itu, Disbud Lingga merespon dan menurunkan tim untuk membantu memfasilisasi pembntukan sanggar dan bergandeng dengan LAM Kabupaten Lingga melakukn pendampingan pelatihan adat melayu,” kata M Ishak kepada Pijarkepri.com, Minggu (22/9/2019).
Sementara itu, Camat Temiang Pesisir, Abdul Kamar usai pelatihan menyampaikan, Alhamdulillah, harapan Ketua umum LAM Kepri Kabupaten Lingga, saat melakukan pengukuhan pengurus LAM Kecamatan Temiang Pesisir setelah dikukuhkan jangan tenggelam.
“Setelah LAM Kecamatan Temiang Pesisir terbentuk, Ketua LAM Kepri Kabupaten Lingga meminta harus ada sanggar, dan sudah dapat direalisasikan,” terangnya.
Ditempat yang sama, Ketua LAM Kecamatan Temiang Pesisir, Rustam berharap, semoga dengan adanya pelatihan adat melayu ini, pelaksanaan tata cara perkawinan melayu di daerah kmi semakin tertib.
“Diharapkan dengan adanya sanggar ini, aktivitas berkesenian akan semakin menggeliat,” ucapnya singkat. (ACI)







