Bupati Lingga Hadiri Pertemuan Internal KOPEK

Pertemuan Internal KOPEK di Taman Soekasada Ujung, Kabupaten Karangasam, Bali. (Foto Humas Pemkab Lingga).
Pertemuan Internal KOPEK di Taman Soekasada Ujung, Kabupaten Karangasam, Bali. (Foto Humas Pemkab Lingga).

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Bupati Lingga Alias Wello, menghadiri pertemuan internal Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK), yang di hadiri 24 utusan baik itu delegasi dari negara sahabat Tanzania, maupun dari para anggota Kopek sendiri.

KOPEK yang dipimpin Nelson Pomaling, dalam pertemuan tersebut, sepakat menjalin kerjasama di bidang industri kelapa dengan negara sahabat tersebut.

Ketua KOPEK, Nelson Pomaling menyambut baik tawaran dari Tanzania tersebut, dan tawaran tersebut akan langsung dibahas dalam pertemuan bisnis, dengan pengusaha yang dijadwalkan akan segera dilaksanakan setelah acara ini, karena ada beberapa yang bisa dikerjasamakan, untuk itu, KOPEK dan pengusaha kelapa di Indonesia akan berkunjung ke Tanzania.

“Selain untuk mencari formula kerjasama yang tepat, sekaligus memenuhi undangan Presiden Tanzania, namun sebelumnya, dilakukan pertemuan khusus lebih dulu, hal ini untuk memantapkan kerja sama yang akan dijalin nantinya,” kata Nelson Pomaling, yang juga merupakan Bupati Kabupaten Gorontalo, Provinsi Sulawesi Utara, di Taman Soekasada Ujung, Kabupaten Karangasam, Bali, dalam yang diterima media, Sabtu (14/9/2019).

Sementara itu, ditempat yang sama, Bupati Lingga, Alias Wello yang juga Wakil Ketua KOPEK, dalam pertemuan tersebut mengatakan, Kabupaten Lingga sangat membuka diri untuk semua investasi, bahkan ia memastikan telah menyiapkan sejumlah kemudahan mulai dari kemudahan perizinan, hingga berbagai pelayanan yang sifatnya bebas biaya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Lingga yang akrab disapa AWe ini memaparkan, beberapa potensi wilayah yang dimiliki oleh Kabupaten Lingga, termasuklah didalamnya potensi dibidang pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan, dan potensi investasi lainnya juga mencakup potensi mineral tambang yang luar biasa yakni, potensi timah, bauksit, dan pasir silika.

Dilanjutkan, saat ini tidak ada lagi bangsa yang bisa bergerak sendiri menuju kemandirian, artinya untuk mencapai bangsa yang unggul, kita harus menjalin kerjasama hulu dan hilir, menguasai teknologi dan informasi, serta menguasai pangsa pasar yang baik, sehingga kita bisa membangun sinergitas menuju bangsa yang mandiri.

“Jika dibandingkan dengan Bali, kami memang datang dari jauh, namun, wilayah kami sangat dekat dengan negara tetangga yaitu, Singapura dan Malaysia,” terangnya.

Kata AWe lagi, mengingat bahwa delegasi dari Tanzania yang dipimpin oleh Menteri Industri, Perdagangan dan Investasi Wilayah Otonomi Khusus Zanzibar, Amina Saloum Ali, sangat mengharapkan adanya kerjasama antara negaranya dengan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kelapa, ia berharap agar kedua belah pihak bisa membangun kebersamaan mulai dari hal yang kecil, hingga menjadi sesuatu kerjasama yang besar.

Dari berbagai potensi yang ada tersebut, AWe berani menawarkan kesempatan besar bagi semua pihak untuk datang berinvestasi, tidak sampai disitu, diharapkan dengan adanya pertemuan pada hari ini, bisa menelurkan sebuah kerjasama, baik itu kerjasama dalam negeri, maupun kerjasama luar negeri.

“Rugi rasanya sudah datang jauh-jauh, namun tak bisa membawa sebuah kesepakatan dan kerjasama untuk kemajuan bersama dimasa depan,” tutupnya.

Untuk diketahui, kedatangan Amina Saloum Ali, Menteri Industri, Perdagangan dan Investasi Wilayah Otonomi Khusus Zanzibar, bersama delegasi dari Srilanka dan para delegasi lainnya ke Indonesia, berkenaan dengan adanya Festival Kelapa Internasional ke-3 yang digelar di Bali mulai dari tanggal 14 hingga 17 September mendatang.

Zanzibar memiliki potensi pasar kelapa yang sangat bagus, namun saat ini, negara yang merupakan negara bagian Tanzania tersebut, sedang menghadapi masalah penurunan produksi, sehingga rela datang jauh-jauh dari negaranya untuk mengundang para pengusaha dari Indonesia untuk berinvestasi di negaranya, mengingat kelapa sangat penting di negaranya, hal ini ditandai dengan adanya simbol kelapa, cengkih dan kepulauan yang tergambar dalam logo negaranya. (ACI)

Pos terkait