Polda Kepri Kembali Gagalkan Penyelundupan Narkotika Sabu Puluhan Kilogram

Polda Kepri saat merilis penangkapan 30,8 kilogram Narkotika Jenis Sabu di perairan perbatasan Out Port Limit (OPL) Malaysia tujuan Batam, di Mapolda Kepri, Senin (26/8). (Foto: HPK)

PIJARKEPRI.COM, Batam – Ditpolairud Polda Kepri menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu sebanyak 30,8 kilogram di perairan perbatasan Out Port Limit (OPL) Malaysia tujuan Batam, Jumat, (23/8/2019).

Sebelumnya, Polresta Barelang Polda Kepri berhasil ungkap sindikat tindak pidana narkotika jenis sabu seberat 38,6 kilogram, di sekitar Pulau Kasem, Telaga Punggur, Kota Batam.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Drs. S. Erlangga, di Batam, Senin (26/9/2019) mengatakan, penyidik Ditpolairud Polda Kepri menangkap para pelaku saat melakukan patroli perairan perbatasan antisipasi masuknya Narkoba ke wilayah Batam.

Ditpolairud Polda Kepri menjumpai 1 unit Speed Boat dengan membawa penumpang 2 orang inisial IS dan SY ditemukan serbuk Kristal diduga Narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan menggunakan plastik warna kuning emas merk Guanyinwang sebanyak 30 (tiga puluh) bungkus.

“Disimpan didalam 4 (empat) buah ember oli,” ungkap Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga dengan didampingi Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta S.IK, M.Si dan Kabag Wassidik Ditresnarkoba Polda Kepri Akbp C.P. Sinaga. S.IK., M.H.

Baca Juga : Polda Kepri Ungkap Sindikat Penyelundupan 38,6 Kilogram Sabu

Erlangga mengutarakan modus operandi para tersangka IS dan SY berangkat menuju johor Malaysia menggunakan jalur resmi dan menginap selama 1(satu) hari.

Keesokan harinya mereka menemui Inisial AP status DPO dan Inisial PT status DPO warga Malaysia di wilayah pantai sungai Rengit Malaysia yang sudah mempersiapkan kapal speed boat berisi barang berupa 4 (empat) ember oli atau gemuk yang isinya diganti dengan sabu.

“Setelah itu IS dan SY berangkat menuju salah satu kapal tanker didaerah OPL, cara yang dilakukan merupakan kamuflase dari para pelaku yaitu seolah-olah mereka adalah sebagai salah satu teknisi dikapal tersebut,” ungkapnya.

Penyidik Ditpolairud bersama dengan Dit Resnarkoba Polda Kepri melakukan pengembangan kasus berupa Control Delivery dan berhasil mengamankan tersangka lain dengan inisial PT alias D yang sedang berada di pantai Bengkong untuk menunggu Narkotika jenis Sabu tersebut datang.

“Lalu akan dibawa ke salah satu ruko di wilayah Botania, Nongsa Batam dengan menggunakan mobil Lancer warna merah,” ujarnya.

Polisi terus mengembangkan kasus ini, berlanjut mengarah ke lokasi tempat penampungan barang tersebut di wilayah Botania dan berhasil mengamankan tersangka inisial NS yang bekerja sebagai karyawan tokoh milik AP (DPO).

“Peran NS sendiri adalah penerima barang dan menaruhnya dimobil Innova Hitam,” ungkap Erlangga.

Berdasarkan keterangan para pelaku, mereka telah melakukan pekerjaan pengiriman sabu dari malaysia sebanyak 5 (kali) mulai dari awal tahun 2019. Dengan menerima upah sebesar Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah).

Dalam pengungkapan kasus itu, Polda Kepri berhasil mengamankan sebanyak 4 (empat) orang, Inisial IS (43 tahun) dan inisial SY (34 tahun) yang berperan sebagai pengambil barang dr Malaysia, Inisial PT alias D (30 tahun) berperan sebagai pengambil barang dari IS dan SY di wilayah Bengkong Batam, Inisial NS (33 tahun); berperan sebagai penerima barang dari saudara PT alias D di Ruko Botania 1 Nongsa.

Polda Kepri juga mengamankan barang bukti 30 (tiga puluh) bungkus plastik warna kuning emas merk Guanyinwang berisikan serbuk Kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat 30.837 gram atau 30.8 kg. 4 (empat) buah ember merk Duckhams, 1 (satu) unit pompa air merk shimizu, 2 (dua) Paspor, baju wearpack warna merah dan biru, 4 (empat) unit Handphone dan 2 (dua) unit Mobil yaitu Innova hitam dan Lancer merah.

Para pelaku melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (duapuluh) tahun. (ANG)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top