Dishub Lingga Minta Desa Persing Pasang Kembali Pagar Pembatas Jalan

Pekerja proyek pembangunan dermaga wisata oleh perangkat Desa Persing, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga saat memasang kembali Guard Rail Dishub Lingga. (Foto : aci)

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Selamat, mengkritisi Pembangunan dermaga wisata oleh perangkat Desa Persing, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga.

Pasalnya, pengerjaan proyek dermaga itu merusak pagar pembatas jalan (Guard Rail) aset negara milik Dishub Lingga yang membatasi ruas jalan Desa Persing.

“Guard rail yang dibuka guna pembangunan dermaga wisata tersebut, berada di tikungan jalan yang rawan kecelakaan lalu lintas,” kata Selamat.

Guard Rail atau pagar pengaman jalan adalah sistem pengaman orang atau kendaraan yang terbuat dari rail besi atau baja panjang sebagai pagar pada jalan-jalan yang berbahaya seperti jalan bebas hambatan (Toll) pegunungan, sungai, jurang.

Di Desa Persing, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Guard Rail berbatasan langsung tepat di pembangunan dermaga yang dibangun menggunakan anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2019 dengan nilai Rp.423.794.080.

Selamat mengatakan, Pemerintahan Desa Persing tidak pernah konsultasi dengan Dinas Perhubungan terkait dibukanya guard rail itu. Selamat mengaku tidak pernah megeluarkan izin atau memberikan rekomendasi untuk melepas guard rail tersebut.

“Kita dukung pembangunan tersebut, tapi harus memperhatikan aturan-aturan yang ada, kita meminta pagar pengaman jalan itu harus di pasang kembali seperti semula, karena kami tak pernah mengeluarkan rekomendasi maupun izin melepas pagar jalan tersebut,” terangnya.

Asri Nadi, Tim Pendamping Desa dari Propinsi Kepri, saat ditemui awak media dilokasi membenarkan, pembangunan dermaga wisata tersebut sudah sesuai dengan perencanaan pembangunan yang disetujui oleh pihak Kecamatan Pesisir.

“Keberadaan dermaga tersebut sudah sesuai dengan peraturan yang ada,” terangnya.

Senada disampaikan Rani, Tim Pengelola Kegiatan Desa Persing, menurutnya pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Dinas Perhubungan untuk melepas Guard Rail tersebut, dan sudah disetujui oleh Dishub.

“Saya sudah mengirim surat tanggal 8 Juli 2019, menyampaikan akan membangun dermaga dan melepas pembatas jalan tersebut, jika tidak ada izin mana berani kita membukanya,” tutupnya. (ACI)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *