Utusan Melayu Raya Juara 1 Lomba Penulisan Bacaan Kemendikbud

Yoan S Nugraha saat mengantarkan karya tulisnya, mengikuti lomba penulisan bahan bacaan 2019, yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Badan Pengembangan Bahasa Perbukuan di Kantor Bahasa Kepulauan Riau. (Foto : aji)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Utusan Perhimpunan Melayu Raya (Himelaya) Kordinator Wilayah Kota Tanjungpinang, Yoan S Nugraha menjurai lomba penulisan bacaan 2019 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Badan Pengembangan Bahasa Perbukuan, Kantor Bahasa Kepulauan Riau.

Yoan S Nugraha meraih juara 1 (Satu) penulisan bahan bacaan jenjang pramembaca dengan judul “10 Permainan Tradisional”. Sedangkan juara 2 (Dua) jenjang itu, dimenangkan penulis Nur Ahlina Izzati dengan judul “Mengenal Keluarga”, disusul juara 3 (tiga) Noven Novrasilvia dengan judul “Miko”.

Yoan mengutarakan, raihan juara 1 pada jenjang pra membaca karya tulis bahan bacaannya diluar ekspektasinya. Dia juga mengikuti dua jenjang perlombaan lainnya, dengan buku andalan berjudul “La Abo dan Ching Kiek” pada jenjang membaca mahir, mengingat melalui riset dan diskusi.

“Yang menang justru buku “10 Permainan Tradisional”. Sebenarnya, buku itu hanya sekedar arsip dokumentasi saja untuk anak saya yang sekarang masih kecil,” katanya.

“Ketika besar nanti dia masih bisa mendapatkan informasi tentang permainan tradisional. Eh, buku itu pula yang menang, juara 1 pula,” tambahnya.

Baca Juga : Himelaya Utus Yoan Ikut Lomba Karya Tulis Kemendikbud

Ia menjelaskan judul 10 Permainan Tradisional pada jenjang pramembaca usia 1-3 tahun tersebut memberikan penjelasan tersendiri.

Menurutnya, angka 10, adalah angka yang mudah diiingat anak anak, sementara kata permainan disebutkan lantaran anak-anak lebih nyaman bermain.

“Outputnya menanamkan informasi permaianan tradisional terhadap anak-anak usia 1-3 tahun,” katanya.

Ia mengatakan, mengangkat permaian tradisional khas Kepulauan Riau di jenjang pramembaca juga mengingat, saat ini anak-anak lebih dekat dengan dunia digital ketimbang permainan lokal.

“Jadi mengenalkan yang tidak dimiliki permainan digital tapi dimiliki permainan tradisional adalah gotong royong dan sosial,” ungkapnya.

Prestasi itu disambut baik Ketua Korwil Melayu Raya Tanjungpinang, Arie Sunandar. Dia mengapresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada salah satu pengurus perhimpunan itu.

“Kami sangat mengapresiasi atas prestasi ini, semoga kedepan Melayu Raya dapat membantu, mewadahi kreativitas masyarakat di Ibukota Kepulauan Riau ini,” pungkasnya.

Pewarta : Aji Anugraha
Editor : Ali Atan Sulaiman

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top