Peta Politik Pilkada Kepri 2020 Berubah

Gambaran sejumlah nama bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Pilkada 2020. (Foto: artkolase-pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM – Pasca ditahannya Gubernur kepri non aktif Nurdin Basirun yang notabene adalah calon kandidat petahana Pilkada Kepri 2020 menyebabkan peta politik bisa jadi berubah, kata Pengamat Politik Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Hendri Sanopaka.

“Pandangan saya di era industri politik seperti saat ini sulit bagi sebuah partai untuk memaksakan kadernya yang tidak punya nilai jual bertarung di pilkada serentak,” tambahnya, di Tanjungpinang, Kamis (25/7).

Menurutnya, sudah pasti partai politik akan membuat kalkulasi yang matang agar kepentingan Parpol dapat terakomodir saat pemerintahan dipimpin oleh kandidat yang di usungnya.

“Termasuk Nasdem, kemarin ada dua nama yang sama-sama punya kans dan sama-sama pimpinan di partai Nasdem Kepri yakni, Nurdin Basirun dan Walikota Batam, M Rudi,” ungkapnya.

Akan tetapi, menurut Hendri, secara etika politik tidak mungkin Nurdin dan M Rudi yang berada dalam satu partai akan maju berkompetisi kecuali keduanya berpasangan. Hal itu dapat dilihat ketika M Rudi sempat memunculkan istrinya sebagai kandidat calon Wakil Gubernur Kepri 2020.

Pengamat Politik dalam analisanya mengatakan, kendati pasca Nurdin Basirun di tahan KPK, bisa jadi rudi tertantang untuk naik kelas Gubernur meski dengan segala pertimbangan.

“Meskipun sebenarnya jadi Walikota Batam kepentingannya jauh lebih strategis dengan APBD yang hampir sama dengan Provinsi,” ungkapnya.

Pengaruh Rekonsiliasi Gerindra – PDI Perjuangan di Pusat ke Daerah

Pengamat Politik Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Hendri Sanopaka juga menganalisa, kondisi rekonsiliasi secara nasional juga dapat merubah peta politik menuju Pilkada Kepri 2020.

“Misalnya, kita lihat bagaimana ketua umum PDIP dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sudah bertemu dengan label politik nasi goreng,” katanya.

Menurutnya, bisa saja keadaan itu menjadi sinyal bahwa koalisi di Pilkada 2020 mendatang PDIP dan Gerindra ternyata satu paket berkoalisi mengusung calon kuat.

Dalam analisanya, dapat di lihat Ketua Gerindra Kepri H. Syahrul tetap bertahan dengan posisi Walikota. Kendati demikian, timbul pertanyaan siapakah yang akan menggunakan tiket dari partai berlambang kepala burung garuda itu, apakah sebagai calon Gubernur atau Wakil Gubernur.

Sementara di PDI Perjungan sudah terlihat sinyal, Ketua DPD PDI Perjuangan H Soerya Respationo akan maju, hanya belum memastikan apakah sebagai Gubernur atau wakil gubernur.

“Semua kemungkinan bisa terjadi,” ungkapnya.

Seiring dengan nama-nama yang bermunculan menuju Pilkada Kepri 2020, nama mantan Bupati Bintan Ansar Ahmad dinilai pengamat juga punya kans yang cukup besar jika memutuskan untuk maju di Pilkada serentak mendatang.

Jumlah kursi Golkar Kepri dinilai sudah dapat mengusung kandidat sendiri, sama seperti dengan PDIP.

Dalam analisanya, apakah Ansar Ahmad akan berpasangan kembali dengan H Soerya Respationo dengan posisi yang berbeda yakni, Ansar sebagai calon Gubernur dan Soerya sebagai Wakil Gubenur, dinilai bisa saja terjadi.

“Mereka pernah bersama dan bisa berkomunikasi,” ungkapnya.

Hasil rekonsiliasi PDI Perjuangan dan Gerindra di pusat dinilai sangat mempengaruhi peta politik di daerah.

Perubahan peta politik melalui koalisi partai berkemungkinan jika PDIP dan Gerindra serta beberapa partai pengusung Jokowi-Ma’ruf Amim membangun koalisi besar dengan menawarkan calon kandidat yang punya nilai jual di industri politik seperti saat ini.

Dalam analisanya, peta politik Pilkada Kepri 2020 bisa saja mengarah pada, semisal Ismeth Abdullah masih punya nilai jual, meskipun pernah tersandung masalah hukum di masa lalu.

Kendati demikian, nilai safari politik Ismet Abdullah yang cukup intens saat ini bisa jadi merupakan sinyal bahwa dia mendapatkan dukungan dari tingkat DPP.

“Sehingga percaya diri untuk bisa diusung dan bertarung di Pilkada nanti. Kepastian partai politik untuk mengusungnya,” ungkapnya.

Peta Politik Pilkada Kepri 2020 Calon Tak Berpartai

Pemangamat Politik Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Hendri Sanopaka juga menganalisa sejumlah nama-nama yang bakal maju pada Plkada Kepri 2020, namun tak berpartai politik.

Menurutnya, persoalan kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri yang tidak punya partai politik, mau tidak mau harus berusaha mendapatkan kendaraan dengan jumlah kursi 7 untuk memenuhi 15 persen jumlah kursi, dari 45 kursi DPRD untuk dapat diusung oleh Parpol.

Sejumlah nama kandidat yang sangat perlu memenuhi jumlah persentase dukungan untuk maju di Pilkada Kepri itu seperti Ismeth Abdullah, Yan Fitri Halimansyah dan Huzrin Hood.

Sedangkan calon petahana saat ini yang tengah menjabat Plt Gubernur Kepri Isdianto lebih diuntungkan jika nanti di lantik sebagai Gubernur definitif.

“Beliau hanya cuti, persoalannya apakah PDIP akan mengusungnya? Ini juga bisa saja terjadi dimana kemungkinan berpasangan dengan Soeryo respationo,” ungkapnya.

Namun bicara kendaraan politik tersebut, dalam analisa pengamat, yang paling penting, pengalaman di Sumatera Utara Gubernur Petahan tidak dapat kendaraan untuk maju di Pilkada.

“Itu bisa saja terjadi jika PDIP berkoalisi dengan partai lain seperti Gerindra yang berkemungkinan akan mengusung calonnya,” ungkapnya.

Dalam pengamatan pengamat mengenai Peta Politik Pilkada Kepri 2020, saat ini partai politik tidak mau terburu-buru menentukan kandidat yang akan diusungnya. Hal itu mengingat, Parpol akan melihat terlebih dahulu reaksi publik atas nama-nama yang saat ini sudah muncul bahkan terang-terangan hadir untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat kepri.

“Partai politik tentu akan menjatuhkan pilihan pada kandidat yang punya kans besar untuk menang,” ungkapnya.

Pengamat menggambarkan dengan Pilkada serentak 2020 yang juga bersamaan dengan Pilkada di 6 kabupaten kota di Kepri, maka koalisi partai tidak hanya di tingkat provinsi, melainkan juga di tingkat kabupaten kota sebagaimana pengalaman pada Pilkada 2015 yang lalu.

Pewarta : Aji Anugraha
Editor : Al-Ashari

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top