58 Banpol dan Petugas Damkar Mendapat Pengenalan Umum Tentang BTM

Ket foto: pengenalan adat dan budaya melayu oleh Ketua umum LAM Lingga, Muhammad Ishak. (Aci)

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Sebanyak 58 Banpol dan Petugas Damkar yang baru saja diterima sebagai Banpol dan Petugas Damkar Pemkab Lingga mendapat pengenalan umum tentang adat dan budaya melayu di balai adat melayu Kabupaten Lingga, Senin 22 Juli 2019.

Selain bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang Kabupaten Lingga, sebagai Bunda Tanah Melayu (BTM), juga diharapkan para Banpol dan Damkar terus meningkatkan pengetahuan, terutama pengetahuan tentang pemahaman nilai-nilai budaya melayu seperti etika bersopan santun, berbudi pekerti, bertanggung jawab dan disiplin.

Sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Ketua umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga, Datuk Muhammad Ishak dan Datuk Nadar Muhammad Ali.

Ketua umum LAM Kabupaten Lingga, Datuk Muhammad Ishak menyampaikan, adik-adik Banpol dan Damkar yang baru saja lulus harus kita beritahukan tentang Kabupaten Lingga, ini daerah tempat mereka bekerja dan mengabdi, diharapkan tidak hanya Daik yang di sebut sebagai BTM.

Dikatakan, mereka harus tahu dan paham tentang makna dan sebutan BTM, karena penyebutan BTM ini, bukan permintaan masyarakat atau tokoh-tokoh yang tinggal di Kabupaten Lingga atau yang tinggal di Daik saat itu, akan tetapi bedasarkan fakta sejarah, kondisi alam, adat dan budaya yang masih terpelihara, bertamadun serta masyarakatnya yang berbudi.

“Bahasa melayu yang lembut dalam betutur kata, kental dan halus serta beretika, karena itu, para penulis perkampungan melayu serumpun yang bersasal dari beberapa negara melayu serumpun yang berkmpul di Daik Lingga, pada tahun 1999 menyatakan Daik memang pantas sebagai Bunda Tanah Melayu,” kata M ishak, melalui pesan WhastApp nya kepada Pijarkepri.com, Selasa (23/7/2019).

Untuk itu, Ishak menjelaskan, kita semua baik Pemerintah maupun masyarakat yang tinggal di daerah ini, apalagi sebagai pengabdi daerah dan pelayan masyarkat, selain harus selalu bersykur, tetap jaga harus mengamalkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam adat dan budaya melayu.

Dilanjutkan, misalnya ketika melayani masyarakat, kita harus menunjukkan sikap dan etika sebagaimana tunjuk ajar orang melayu yang dikenal ramah dalam bertutur kata dan santun dalam besikap, sehingga masyarakat yang dilayani merasa puas dan tidak komplain, apalagi adik-adik ini terutama yang Banpol, tugasnya nanti diantaranya adalah penegakan perda.

“Disamping harus memahami betul-betul tentang isi dan maksud yang terkandung didalam perda, juga harus mampu mengendalikan diri dan tidak semena-mena, kedepan harus ada lebih tehnis lagi kegiatan-kegiatan seperti ini,” imbuhnya.

Sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Ketua umum LAM Kabupaten Lingga, Datuk Muhammad Ishak dan Datuk Nadar Muhammad Ali, selesai kegiatan pengenalan, para Banpol dan Damkar dibawa mengunjungi moseum Linggam Cahaya. (ACI)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top