ALIM : Tanjungpinang Bintan Butuh Sumber Air Baku Baru

Sumber Air Baku Baru Pulau Bintan Bisa Suplai Batam

Dam Eswari di Pulau Dompak, Tanjungpinang. (foto: aji anugraha)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Tanjungpinang dan Bintan sangat butuh sumber air baku baru, untuk keberlangsungan hidup, kata Ketua LSM Air Lingkungan dan Manusia (ALIM), Kherjuli.

“Neraca air menunjukkan angka defisit artinya kebutuhan dengan ketersedian itu tidak seimbang, artinya kita perlu menambah sumber air baku,” tambahnya, di Tanjungpinang, Minggu 7 Juli 2019.

ALIM memprediksi ketersedian air baku di Tanjungpinang dan Bintan belum mencapai target. Berdasarkan rilis PDAM yang diterima ALIM, data sambungan pelayanaan air baku hanya mencapai 41 persen di kota itu, sementara target pelayanan perkotaan 70 persen.

Ketersedian air baku berdasarkan sambungan pelayanan PDAM juga tidak tersedia melayani 24 jam. Sumber air baku ini berasal dari Waduk Sungai Pulai, Waduk Gesek dan SWRO yang pengelolaannya belum jelas.

“Saluran pelayanan air hanya dialiri ada yang 2 hari sekali, padahal pelayanan air itu kebutuhan manusia gak bisa ditunda-tunda, artinya negara belum menjamin kualitas maupun kuantitas ketersedian air,” ungkapnya.

Menurut ALIM, berdasarkan referensi kebutuhan air baku setiap satu orang memerlukan 17 liter perhari, untuk kebutuhan MCK. Sementara pasokan air setiap harinya di Tanjungpinang saja dibutuhkan untuk digunakan 204.735 penduduk yang tersebar di 4 kecamatan.

Jumlah kepadatan penduduk di Tanjungpinang tersebut berdasarkan data sensus penduduk Badan Pusat Statistik Tanjungpinang melalui Rasio Jenis Kelamin Menurut Kecamatan di Kota Tanjungpinang, 2016 update 15 Januari 2018.

ALIM mengatakan, 15 tahun lalu sudah mengusulkan perencanaan pengelolaan pembukaan sumber-sumber air baku baru di Ibukota Kepri dan Pulau Bintan, melalui gerakan kemitraan Sumber Daya Air. ALIM menilai gerakan tersebut lambat.

ALIM mengusulkan beberapa titik wilayah yang dapat dijadikan sumber air baku terbarukan berdasarkan kajian yakni, Estuari Busung dan Estuari Dompak yang dinilai sangat berpotensi.

“Estuari Busung sangat potensial paling besar, karena membendung sebagian air laut, juga Dam Estuari Dompak, kalau itu dikelola pemerintah kita, bahkan bisa menyuplai sumber air Batam, karena sumber airnya besar,” ungkapnya. (aji)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *