Polisi Bentuk Tim Periksa Bukti Laporan Dugaan Pidato Rasis Bobby Jayanto

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie. (Foto: ist-doc pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Satreskrim Polres Tanjungpinang membentuk tim untuk memeriksa bukti pelaporan masyarakat mengenai video pidato Ketua DPD Nasdem Tanjungpinang, Bobby Jayanto yang diduga bertentangan dengan pelanggaran pengahapusan diskriminasi ras dan etnis (Rasis,red).

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi melalui Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie, di Tanjungpinang, Rabu (12/6) mengatakan, setelah menerima laporan masyarakat, Satreskrim Polres Tanjungpinang memasuki tahapan lidik.

Efendri Alie mengatakan, Satreskrim Polres Tanjungpinang membentuk Tim, terdiri dari enam personil yang ditugaskan untuk memeriksa berkas dan bukti atas laporan masyarakat tersebut.

“Kami sudah membentuk tim yang saya pimpin sendiri, dengan jumlah tim 6 orang yang akan memproses perkara ini, saya pimpin langsung, kita tidak akan mengecewakan elemen masyarakat yang sudah melaporkan perkara ini,” ungkapnya.

Baca Juga : Ketua DPD Nasdem Tanjungpinang Dilaporkan ke Polisi

Tim yang dibentuk Satreskrim Polres Tanjungpinang untuk memeriksa perkara laporan RME Mansyur Razak, satu dari empat lembaga masyarakat yang melaporkan Bobby Jayanto ke Polres Tanjungpinang, Selasa 11 Juni 2019 sekira pukul 13.00 WIB.

RME Mansyur Razak melaporkan pidato Bobby Jayanto atas dugaan pelanggaran pengahapusan diskriminasi ras dan etnis dalam pidatonya disebuah acara kebudayaan Tionghoa, di Jalan Pelantar II, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang, Sabtu 8 Juni 2019.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie mengatakan, sebelum memanggil terlapor Bobby Jayanto atas dugaan perkara tersebut, Tim Satreskrim Polres Tanjungpinang yang sudah dibentuk akan memeriksa sejumlah saksi-saksi yang mengetahui pristiwa tersebut.

Tim Satreskrim Polres Tanjungpinamg juga akan terlebihdahulu memeriksa video pidato Bobby Jayanto yang dilaporkan masyarakat diduga mengandung unsur Rasis.

Polisi juga terlebih dahulu menghadirkan ahli bahasa baik dari Tanjungpinang maupun dari luar untuk menganalisa kebenaran terjemahan bahasa penyampaian pidato Bobby Jayanto dari bahasa Tionghoa ke bahasa Indonesia yang diduga mengandung unsur Rasis.

“Sebelum mengarah ke saudara Bobby, saksi-saksi tersebut akan kita panggil dulu dan yang terpenting translet yang ada dibahasa itu akan kita dapatkan dulu, sebelum melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie mengatakan, kasus pelaporan dugaan pelanggaran pengahapusan diskriminasi ras dan etnis tersebut merupakan perkara perdana selama dirinya bertugas di reserse.

“Seingat saya, selama saya di reserse Tanjungpinang ini baru pertama kali ya, kalau sejak UU ITE kasus ITE yang banyak, tapi ini walaupun ini dalam bentuk versi rekaman tapi ini berbeda ini bukan UU ITE, tapi didukung oleh rekaman, didukung oleh ITE, tapi perbuatannya tidak,” ungkapnya.

Efendri mengatakan, dugaan perkara pelanggaran pengahapusan diskriminasi ras dan etnis melanggar hukum, sebagaimana diatur dalam pasal 16 huruf b angka 2 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 dikatakan bahwa perbuatan penghapusan tentang diskriminasi ras dan etnis diancam dengan ancaman penjara 5 tahun.

“Tentunya ini perlu penyidikan, dan ini masih dalam proses lidik. Beri kami kesempatan untuk memproses perkara ini dengan semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Mengingat kasus tersebut viral dan mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat Kepri umunya dan Tanjungpinang khususnya, baik secara langsung di media sosial sebagaimana diketahui, Satreskrim Polres Tanjungpinang menyatakan tidak main-main dalam menangani perkara tersebut.

Efendri Alie menghimbau, kepada masyarakat untuk bersama menjaga kesatuan dan persatuan NKRI tanpa harus mengkotak-kotakkan diri, tanpa ada salah satu suku yang merasa hebat merasa tinggi merasa lebih jago dari yang lain.

“Mari kita jaga keutuhan NKRI, saling menghargai dan menghormati, karena pada dasarnya kita adalah satu, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya. (ang)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *