'

Polisi Beberkan Motif Pemerasan Tiga Ormas di Bintan yang Rencana Aksi

Satreskrim Polres Bintan saat Konfrensi pers perkara dugaan pemerasan dan penipuan yang melibatkan satu dari tiga pentolan Ormas dan OKM di Bintan, Rabu (19/6). (Foto : aji)

BINTAN – Satreskrim Polres Bintan mengungkap kasus dugaan pemerasan dan penipuan managemen Hotel Badra Resort, Bintan yang menyeret satu dari tiga pentolan yang sebelumnya diberitakan Ormas dan LSM ternyata Ormas dan OKM di kabupaten itu.

Polisi mengamankan pelaku pemerasan, seorang pria berinisial M alias A yang merupakan satu dari tiga Kordintor Lapangan (Korlap) rencana aksi tiga Ormas dan OKM di Hotel Badra dan Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, yang direncanakan, Kamis, (20/6).

Kapolres Bintan Boy Herlbang, melalui Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Yudha Suryawardana, di Bintan, Rabu (19/6) mengatakan, pelaku pemerasan M alias A diamankan Satrreskrim Bintan melalui laporan Satintelkam Polres Bintan, di KM 16 Bintan, Toapaya pukul 18.30.

Ia menjelaskan, motif pelaku M alias A diduga akan melakukan pemerasan terhadap Alex, managemen Hotel Badra Resort.

Ia mengatakan, latar belakang dugaan pemerasan yang dilakukan tersangka direncanakan akan melakukan aksi demonstrasi di Hotel Badra dan Imigrasi Tanjungpinang, terkait adanya pengungsi yang tinggal di Hotel Badra.

Ketiga Ormas dan OKM yang merencanakan aksi tersebut yakni, GMPL Bintan, Himkab dan Panglima Gagak Hitam Bintan. Ke tiga Ormas dan OKM mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Tolak Pengungsi yang terlampir dalam surat pemberitahuan aksi.

“Jabatannya kalau di GMPL saya tidak tau, kalau di rencana aksi demonstrasi M alias A ini korlapnya,” kata Kasatreskrim Polres Bintan AKP Yudha Suryawardana.

Baca Juga : Satreskrim Bintan OTT Tiga Pentolan Ormas dan LSM Diduga Pemerasan

Ia menjelaskan, sejalan dengan itu terjadi komunikasi antara tersangka dengan pihak management dan terdapat kesepataan antara tersangka dengan management.

“Ada semacam kesepakatan antara tersangka dan managemen Hotel Badra, demo tidak akan dilakasanakan tapi dengan imbalan managemen menyerahkan sejumlah uang,” ungkapnya.

Dalam keterangannya, tersangka M alias A meminta 60 juta ke korban, yakni management Hotel Badra.

“Namun yang disepakati sampai diamankan, sejumlah uang Rp5.000.000 juta pecahan Rp50.000 ribu sebanyak 100 lembar,” ungkapnya.

Satreskrim Polres Bintan menyangkakan tersangka M alias A kedalam pasal 368 dan 378 KUHP.

“Untuk pemerasaan sendiri ancaman penjara 9 tahun, penipuan 378 kurang lebih 4 tahun,” ungkap Yudha.

Hingga saat ini Satreskrim Polres Bintan masih mengembangkan kasus ini. (aji)

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top