
Politik Pertahanan Jokowi Bangun Kedaulatan Bangsa
PIJARKEPRI.COM, Jakarta – Debat politik putaran ke 4 sesi pertanyaan pertahanan menampilkan hal yang begitu fundamental terhadap konsepsi melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin menilai penjelasan Calon Presiden Nomor 01 Jokowi dengan sangat memuaskan mampu secara komprehensif menjelaskan konsepsi politik pertahanan.
“Pemahaman terhadap titik-titik strategis guna melindungi seluruh kawasan Indonesia dari Aceh hingga Papua, Dan dari Miangas hingga ke Rote menjadi daya kejut Pak Jokowi,’ ungkap Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto.
Menurut TKN, Prabowo hanya berfokus pada proporsionalitas anggaran TNI dari pada hal fundamental tentang konsepsi politik pertahanan.
Ia menilai, pentingnya kemanpuan
gelar pasukan terintegrasi diseluruh negeri adalah kunci. Gelar kekuatan pertahanan yang tidak Jawa sentris.
Kemampuan membangun devisi 3 Kostrad; pengembangan Komando AU di Biak. Armada AL di sorong. Daya gelar pasukan di 4 titik penting, Natuna, Morotai, Saumlaki, Biak.
Demikian halnya terhadap peningkatan kemampuan radar maritim dan udara di 19 titik terkoneksi, dan 11 titik sudah terkoneksi.
“Kesemuanya sangat hakiki, menyentuh aspek filosofi politik pertahanan hingga pemahaman pada pentingnya melindungi kedaulatan negeri,” ungkapnya.
Dalam debat sesi pertahanan dan keamanan nasional itu, TKN menilai debat tampil kontras. “Pak Jokowi yang sipil lebih percaya pada TNI, sementara Pak Prabowo tidak percaya pada laporan TNI,” ungkapnya.
TKN berkesimpulan politik pertahanan Jokowi bangun kedaulatan negeri.
ANG
Editor : Aji Anugraha






