Hasto : Kami Menyiapkan Generasi Yang Akan Datang, Lawan Hoax Pembunuh Peradaban

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – KH Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, di Tanjungpinang. (f-ajianugraha)

Element of Surprise Kyai Maruf Amin tampilkan pemimpin berjiwa muda visioner, dan islami,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

PIJARKEPRI.COM, Jakarta – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto menjelaskan penampilan Kyai Maruf Amin pada debat Cawapres 2019 dinilai jauh diluar dugaan banyak orang.

Menurutnya, dalam belutan tampilan sarung khas ulama tanah air, Kyai Maruf memiliki pemahaman yang luas terhadap berbagai persoalan bangsa.

Issue kekinian seperti ten years chalenge, stunting, platform digital, hingga rencananya membuat opera house yang lebih hebat dari yang ada di Sydney, namun tidak melupakan kearifan lokal.

“Menjadikan Kyai Maruf Amin tampil unggul dari Sandiaga Uno yang praktis tanpa terobosan,” ungkap Hasto.

Publik akhirnya melihat, dalam diri Kyai Maruf sebagai seorang ulama sarungan, mampu menampilkan jati diri keIndonesiaan.

“Islam dihayati sebagai nilai, sebagai kekuatan pembawa kebaikan bagi semua orang dan seluruh isi alam raya,” ujarnya.

Ia mengutarakan, islam dalam diri Kyai Maruf berkolaborasi sempurna dengan kemajuan, modernitas dan tetap genuine dalam balutan tradisi nusantara.

Ketegasan Kyai Maruf bahwa kepemimpinannya akan memerangi hoax yang membunuh peradaban mendapat apresiasi luas.

“Demikian halnya dedikasinya bagi Indonesia maju serta komitmen menyiapkan kepemimpinan baru pada tahun 2024 sangat diapresiasi publik,” ungkapnya.

Dari sisi penampilan debat, Hasto menjelaskan, dalam tampilan peci dan sarung, ternyata mampu mendominasi tampilan jas yang paling keren sekalipun.

Ia menilai, jam terbang seorang pemimpin yang terus berdialektika dengan umat, dan kebersihan hati-pikiran ternyata menjadi faktor kunci keunggulan kyai Maruf dibandingkan Sandi.

Terbukti bahwa karakter jauh lebih penting daripada tampilan. Terbukti, bahwa Visi dan jiwa muda jauh lebih penting daripada sekadar berpenampilan muda namun miskin kebijaksanaan.

“Selamat datang pemimpin Islami penuh pemahaman kebijaksanaan lokal, dan modern di dalam alam pikiran dan gagasan,” imbuhnya

Pewarta : Aji Anugraha
Editor : Ali Atan Sulaiman

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top