
PIJARKEPRI.COM, Lingga – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga bersama Pemerintah Kabupaten Lingga mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lingga 2019 senilai Rp919 Miliar.
Pengesahana Rancangan APBD Lingga kedalam Peraturan Daerah (Perda) APBD Lingga 2019 tersebut berlangsung dalam sidang paripurna di ruang rapat DPRD Lingga, Kamis (29/11/2018) sore.
Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lingga Agus Norman, mengatakan, RAPBD yang sebentar lagi disahkan menjadi APBD 2019 antara Pemkab Lingga dan DPRD senilai Rp919,795 Miliar.
Dijelaskan, pembahasan yang dilakukan telah sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 38 tahun 2018 tentang penyusunan APBD tahun 2019, bahwa pengambilan persetujuan bersama DPRD dan Kepala Daerah paling lambat satu bulan sebelum dimulainya tahun anggaran baru.
“Berdasarkan hasil rapat finalisasi besaran angka yang dapat disetujui dalam RAPBD menjadi APBD sebesar Rp919,794 miliar. angka ini sesuai hasil rekapitulasi dari pembahasan di masing-masing komisi DPRD Lingga. Komisi I sebesar Rp 124 miliar lebih, Komisi II sebesar Rp178 miliar lebih dan komisi III sebesar Rp 616 miliar lebih,” kata Agus Norman.
Dilanjutkan, hasil rekapitulasi anggaran dari masing-masing komisi itu juga merupakan asumsi dari nota keuangan RAPBD yang disepakati pemerintah daerah dan DPRD Lingga beberapa waktu lalu.
Tambahnya, dimeminta pemerintah daerah agar setelah persetujuan RAPBD menjadi APBD Lingga tahun 2018 ini, dapat segera diserahkan ke Pemerintah Provinsi Kepri untuk segera dieveluasi oleh Gubernur.
“Setelah persetujuan ini, ada beberapa catatan yang perlu saya sampaikan. yang pertama, persetujuan ini tidak bisa lagi diubah baik besaran anggarannya. kemudian tolong segera diserahkan ke Gubernur untuk dievaluasi,” terang Agus Norman, menutup laporannya.
Bupati Lingga, Alias Wello yang hadir pada sidang paripurna itu, menyampaikan akan mengevaluasi segera dengan terus berupaya menekan pengeluaran-pengeluaran di belanja tidak langsung. tahun 2019, merupakan prestasi yang dicapai karena perbandingan belanja langsung dan belanja tidak langsung, 46 berbanding 54 persen.
“Kita konsisten, kita tetap komitmen untuk mengurangi beban-beban di belanja tidak langsung ini,” imbuhnya. (ACI)







