
PIJARKEPRI.COM, Lingga – Penduduk tiga Desa di Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga mengeluhkan kelangkaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar, yang mulai sulit didapatkan di wilayah mereka.
Kelangkaan BBM jenis Solar di tiga desa tersebut yakni, Desa Cempa, Desa Pasir Panjang dan Desa Batu Belubang. Solar merupakan bahan bakar utama perahu penduduk di tiga Desa tersebut yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan.
Kepala Desa Cempa, Herman Atan, mengutarakan, kelangkaan BBM Solar membuat nelayan desa Cempa, desa Pasir Panjang dan desa Batu Belubang sulit untuk melaut, atas nama masyarakat, Herman meminta pemerintah setempat dapat menangani permasalahan kelangkaan BBM tersebut.
“Kami atas nama Pemerintah desa Cempa dan dua desa lainnya, meminta perhatian khusus kepada Pemerintah Daerah untuk menangani permasalahan kelangkaan BBM jenis Solar ini,” ungkapnya kepada PIJARKEPRI.COM yang dihubungi via telpon selulernya, Sabtu (27/10/2018).
Selain itu, Herman mengungkapkan, selain kelangkaan BBM jenis Solar yang langka di tiga desa tersebut, minyak tanah juga ikut langka. Kelangkaan minyak tanah menyebabkan para nelayan tradisional yang menggunakan sondong, comek dan pencari gamat kesulitan untuk melaut.
“Karena dalam beraktifitas mereka pada malam hari yang menggunakan lampu Patromak,” ungkapnya.
Ia mengatakan, kelangkaan BBM Solar di tiga desa tersebut sudah cukup lama berlangsung, lebih kurang sejak enam bulan terakhir. Untuk itu, atas nama penduduk setempat, lanjut Herman berharap Pemeritah Daerah segera dapat mengatasi kelangkaan BBM bersubsidi itu.
“Sebagai Kades saya kasihan melihat warga yang tidak dapat melaut karena tidak adanya minyak Solar maupun minyak Tanah. Sementara nelayan adalah profesi yang sudah turun menurun dilakukan bagi warga desa kami yang berada di pulau pesisir untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” imbuhnya.
Dari informasi yang di dapat PIJARKEPRI.COM dari warga melalui telepon, para nelayan mengeluhkan dengan langkanya BBM jenis Solar ini yang terjadi sejak enam bulan lalu. Sehingga membuat mereka kesulitan untuk melaut. Para nelayan sangat berharap kepada Pemerintah daerah untuk segera dapat mengatasi dan mencari solusi terkait permasalahan tesrbut.
ACI
- Editor : AJI







