'

Pemerintah Daerah Himbau Masyarakat Tak Terprovokasi Soal Isu Nasional

Bupati Bintan Apri Sujadi bersama Kepolisian setempat berkoordinasi dengan tokoh lintas agama dan sektoral di Bintan untuk mengantisipasi isue nasional di Bintan, Kepri. (f-MCB)

PIJARKEPRI.COM, Kepri – Pemerintah daerah tingkat Provinsi dan kabupaten kota di Kepulauan Riau menghimbau kepada masyarakat agar tak terprovokasi atas persoalan isu nasional menjelang Pemilu serentak 2019.

Isu yang tengah melanda dan hangat diberpincangkan yakni atas persoalan pembakaran bendera Tauhid mengundang reaksi keras dari sejumlah kalangan umat Islam di Indonesia.

Di Bintan, Bupati Bintan Apri Sujadi, mengharapkan agar masyarakat Kabupaten Bintan tidak mudah terprovokasi. Dia mengungkapkan keprihatinan atas peristiwa tersebut.

Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Bintan dan pihak Kepolisian setempat sudah berkoordinasi dengan sejumlah tokoh agama dan lintas sektor.

“Terkait dan menggunakan agar masyarakat Bintan jangan terpancing dengan situasi ini dan bersama-sama dapat menjaga Kab Bintan tetap dalam situasi kondusif dan nyaman,” kata Apri, di Bintan, Jum’at (26/10) sore.

Ia mengungkapkan, menjelang pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang, Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan tetap menjaga kondusivitas keamanan dengan antisipasi dini atas setiap isu yang beredar.

“Antisipasi terhadap setiap isu tentunya menjadi perhatian kita, yang kita inginkan agar kita tetap selalu menjaga kebersamaan dan menciptakan situasi yang aman, sehingga pelaksanaan pesta demokrasi dapat berjalan dengan nyaman tanpa harus adanya perpecahan diantara kita,” ungkapnya.

Kapolres Lingga AKBP Joko Adi Nugroho saat berkoordinasi dengan para Jurnalis di Lingga terkait antisipasi isue nasional menjelang Pemilu 2019 di Lingga. (f-aci)

Sementara di Lingga, Kapolres Lingga
AKBP Joko Adi Nugroho, menghimbau kepada awak media diharapkan dapat memberitakan yang menyejukkan masyarakat terkait peristiwa pembakaran bendera HTI di Garut, Jawa Barat yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Kepada awak media dapat membuat berita positif, agar masyarakat khususnya umat Islam tidak terprovokasi,” ungkapnya, kepada sejumlah media saat ngopi bareng di kedai kopi Goleng Dabo Singkep. Kamis (25/10/2018), malam.

Dikatakan, dalam kejadian pembakaran bendera HTI di Garut tersebut, adalah tindakan spontan Banser yang bertugas mengamakan pada kegiatan tersebut.

Dilanjutkan, bahwa terhadap terduga pelaku yang membawa bendera HTI saat ini sudah diamankan oleh Polda Jawa Barat bekerja sama dengan Bareskrim Mabes Polri.

MCB/ANG/ACI

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *