Polisi Kejar Alat Bukti dan Petunjuk 4 Saksi Kasus Pembunuhan Supartini

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno, di Mapolres Tanjungpinang, Rabu (18/7). (F-aji/pijarkepri.com)
Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno, di Mapolres Tanjungpinang, Rabu (18/7). (F-aji/pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Satreskrim Polres Tanjungpinang terus mengumpulkan alat bukti dan petunjuk dari para saksi kasus dugaan pembunuhan Supartini (37) yang ditemukan tewas mengenaskan di Jembatan Dompak, belum lama ini.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Sillahi melalui Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno, di Mapolres Tanjungpinang, Rabu (18/7) mengungkapkan sudah memeriksa 4 saksi, 1 diantarnya terindikasi diduga pelaku pembunuhan, berinisial Ns.

“Kita mengejar alat bukti dan petunjuk dari saksi, untuk menaikkan statusnya,” ungkap Kasatreskrim Polres Tanjungpinang.

Ia mengatakan, petugas telah mengamankan alat bukti mobil rush silver BP 1390 TQ milik salah satu saksi. Saat ini, tim Inavis Polda Kepri tengah mendalami barang bukti bercak darah yang ada di dalam mobil tersebut.

“Kita akan melakukan pra rekon terlebih dahulu, mengecek TKP membuktikan Alibi dari calon terduga tersebut. Kita masih mengamankan satu terduga pelaku, untuk lainnya masih sebagai saksi,” ungkapnya.

Baca Juga : Polisi Temukan Mobil Diduga Pembunuh Supartini

Dwi mengungkapkan, dasar kuat Polisi mencurigai 1 dari 4 saksi tersebut, mengingat, berdasarkan keterangan beberapa saksi Ns dan korban memiliki hubungan.

“Bahwa yang bersangkutan pernah bertemu. Dulunya ada hubungan kerja. Motifnya masih kita dalami,” ungkapnya.

Polisi mengamankan Ns di sebuah rumah yang berada di Kilometer 16 Tanjungpinang. Polisi mencurigai gerak-gerik Ns sebelum akhirnya ditetapkan sebagai saksi.

“Sepertinya, karena yang bersangkutan sudah diluar dari kebiasaannya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiraseno.

Hingga saat ini Polres Tanjungpinang masih terus mengumpulkan alat bukti dan petunjuk atas kematian Supriantini (37), warga Bukit Cermin.

ANG

Pos terkait