
PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Kota Tanjungpinang kembali meraih penghargaan peringkat ketiga kategori Best Smart Governance pada The 3rd Indonesia Smart Nation Award 2018 dari Kementerian Pariwisata RI.
Penghargaan itu diberikan langsung
Menteri Pariwisata Arief Yahya dan diterima Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang Surjadi, mewakili Walikota Tanjungpinang, di Nusantara 2 Hall, ICE BSD City Jakarta, Kamis (2/5).
Acara tersebut diselenggarakan atas kerja sama Citiasia Center for Smart Nation (CCSN), Debindo, Visit Wonderful Indonesia (ViWI), dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Arief Yahya menyerahkan penghargaan Indonesia Smart Nation Award 2018 kepada 56 kepala daerah atas pencapaian yang patut diapresiasi pada 7 kategori penghargaan, yaitu smart readiness, smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment.
Tanjungpinang salah satu dari 3 yang terbaik dalam kategori Best Smart Governance se-Indonesia dengan nilai 94,98. Pada peringkat pertama yaitu Kota Yogyakarta dengan 97.17 dan peringkat kedua Kota Sukabumi dengan 95.51.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang karena dinilai mempunyai perencanaan yang komperhensif dan pelaksanaan terbaik melalui pemanfaatan digitalisasi baru sebagai wujud Kota Cerdas (smart city).
Surjadi mengatakan penghargaan ini merupakan wujud nyata menuju Tanjungpinang sebagai smart city.
“Terimakasih kepada masyarakat Kota Tanjungpinang yang telah berupaya mewujudkan Tanjungpinang sebagai kota pintar (smart city). Ini bentuk nyata untuk kita mewujudkan impian tersebut,” ungkapnya.
Pada kesempatan lain, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Riono, mengatakan untuk membangun sebuah smart city memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Riono menjelaskan, untuk pembangunan smart city Pemerintah Kota Tanjungpinang akan melakukan secara bertahap dengan penganggaran dan strategi. Menurutnya smart city bukan tidak mungkin ibarat mimpi-mimpi yang bisa terwujud.
“Kota Tanjungpinang telah memiliki sumber daya manusia yang handal namun perlu terus melakukan inovasi-inovasi baru dalam pembanguna,” ungkapnya.
Riono mengungkapkan, pemerintah Kota Tanjungpinang berupaya menuju smart city karena dapat mengurangi birokrasi, dengan harapkan semua OPD dapat membuat inovasi dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Lebih lanjut dikatakannya, jika semuanya telah terintegrasi dengan teknologi atau sistem online, maka masyarakat tak perlu bersusah-susah ke kantor pelayanan, cukup dengan menggunakan smartphone saja.
“Alhamdulillah Kota Tanjungpinang masuk peringkat ke tiga besar dari 21 Kota penerima penghargaan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2018 se-Indonesia, mudah-mudahan kita bisa naik ke peringkat yang lebih tinggi lagi dengan berupaya terus meningkatkan kemampuan yang kita miliki dengan berbagai inovasi”, tutup Riono. (ANG)
Sumber : Humas dan Protokol Pemerintah Kota Tanjungpinang / Diskominfo.







