Tujuh Tahun Terabaikan, Lurah Pinang Kencana Tinjau Langsung Jalan Tanah di Perumahan BMP

Lurah Pinang Kencana AL Imron bersama jajarannya dan RT.005/RW.002 Kel Pinang Kencana saat meninjau jalan Perum Bukit Merpati Putih, Jumat (3/10/2025)
Lurah Pinang Kencana AL Imron bersama jajarannya dan RT.005/RW.002 Kel Pinang Kencana saat meninjau jalan Perum Bukit Merpati Putih, Jumat (3/10/2025)

PIJARKEPRI.COM – Jalan tanah yang terbentang di Perumahan Bukit Merpati Putih (BMP), Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, akhirnya mendapat perhatian setelah tujuh tahun terabaikan.

Baca Juga : 7 Tahun Dibiarkan, Jalan Tanah di Bukit Merpati Putih Jadi Simbol Kelalaian Pengembang

Bacaan Lainnya

Lurah Pinang Kencana, Al Imron, turun langsung meninjau kondisi jalan tersebut, Jumat (3/10/2025), merespons keluhan warga yang selama ini seolah berbicara di ruang hampa.

“Kami turun bersama Kasi Pembangunan, Kasi Pemerintahan, dan RT setempat untuk melihat langsung kondisi jalan ini sebagaimana dikeluhkan masyarakat. Sudah terlalu lama dibiarkan,” ujar Imron dengan nada prihatin.

Lurah Pinang Kencana AL Imron bersama jajarannya dan RT.005/RW.002 Kel Pinang Kencana saat meninjau jalan Perum Bukit Merpati Putih, Jumat (3/10/2025)
Lurah Pinang Kencana AL Imron bersama jajarannya dan RT.005/RW.002 Kel Pinang Kencana saat meninjau jalan Perum Bukit Merpati Putih, Jumat (3/10/2025)

Jalan tanah yang seharusnya menjadi akses utama warga, tampak memprihatinkan, berlumpur saat hujan, berdebu kala panas menyengat.

Tak terlihat jejak pembangunan dari pihak pengembang. Hanya debu, lumpur, dan harapan warga yang menggantung di ujung jalan itu.

Imron menyatakan, pihaknya tengah mengumpulkan data teknis, mulai dari jumlah kepala keluarga terdampak, ukuran jalan, hingga dokumentasi visual.

Semua itu akan dirangkumnya dalam laporan resmi kepada Wali Kota Tanjungpinang sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan publik.

“Hari ini kami tidak hanya melihat, tapi juga mencatat. Data ini akan saya sampaikan langsung ke Pak Wali Kota. Harapan kami, ada tindak lanjut konkret,” tegasnya.

Kehadiran sang lurah disambut haru oleh warga, terutama para ibu rumah tangga yang selama ini harus bergulat dengan jalan rusak demi mengantar anak-anak ke sekolah atau sekadar keluar rumah.

“Tolonglah, Pak Lurah. Kami sudah bertahun-tahun menunggu. Jalan ini tanah saja, kalau hujan becek, anak-anak susah sekolah. Kalau panas, debu masuk ke rumah. Kasihan anak-anak kami,” kata Ira, warga Blok A4, dengan mata berkaca-kaca diapit para ibu lainnya.

Fenomena jalan rusak akibat minimnya tanggung jawab pengembang bukan hal baru di Tanjungpinang.

Pemerintah Kelurahan Pinang Kencana pun kini tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap persoalan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) di berbagai wilayah yang terdampak pembangunan perumahan.

Lurah Imron menegaskan, pihaknya tidak akan menutup mata atas keluhan warga di Kelurahan Pinang Kencana.

“Kami berkomitmen agar suara masyarakat tidak lagi hanya jadi catatan di kertas, tapi menjadi dasar untuk aksi nyata,” tandasnya.

Pewarta : Aji Anugraha

Pos terkait